Oleh: sjafri mangkuprawira | Mei 26, 2009

VISI, MISI, TUJUAN DAN SDM PERUSAHAAN

 

           Suatu perusahaan atau organisasi yang baik dan bertanggungjawab serta ingin memelihara kesinambungan bisnis dalam jangka panjang, harus sudah memikirkan kepeduliannya pada saat awal pendirian perusahaan, yaitu dengan cara menetapkan visi, misi dan tujuan perusahaan. Dalam perkembangannya, budaya organisasi dan perubahan global akan mempengaruhi tiga hal tersebut: Visi merupakan suatu pernyataan ringkas tentang cita-cita organisasi yang berisikan arahan yang jelas dan apa yang akan diperbuat oleh perusahaan di masa yang akan datang. Untuk mengujudkan visi tersebut maka perusahaan melakukan pengembangan misi yang akan dijalani dalam tiap aktivitas; Misi merupakan penetapan tujuan dan sasaran perusahaan yang mencakup kegiatan jangka panjang tertentu dan jangka pendek yang akan dilakukan, dalam upaya mencapai visi yang telah ditetapkan; Tujuan perusahan adalah mencapai keuntungan maksimum.

           Pernyataan tentang visi dan misi yang jelas harus sesuai dengan budaya dan kebutuhan perusahaan dan kebutuhan pasar sehingga dapat menumbuhkan komitmen karyawan terhadap pekerjaan dan memupuk semangat kerja karyawan, menumbuhkan rasa keharmonisan di dalam kehidupan kerja karyawan, dan menumbuhkan standar kerja yang prima. Rumusan visi yang jelas akan mengantarkan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Namun, semua hal tersebut belum dapat berfungsi dengan baik, jika tidak diimbangi dengan strategi yang tepat dalam penerapannya. Dengan demikian, rumusan visi, misi dan tujuan perusahaan perlu ditetapkan dalam suatu strategi yang tertuang dalam kebijakan perusahaan.

           Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan adalah bergantung pada kinerja sumberdaya manusia yang secara langsung atau tidak langsung memberi kontribusi pada perusahaan, yang meliputi pemangku kepentingan eksternal (stake holders) dan kepentingan internal (karyawan) yang dimiliki oleh perusahan. Untuk memperoleh kinerja optimal dari keberadaan karyawan dalam perusahaan maka perusahaan perlu menetapkan strategi yang tepat, yaitu dengan memikirkan bagaimana mengelola karyawan agar mau mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

           Strategi ini hendaknya merupakan strategi yang berorientasi pada tujuan yaitu dengan menyamakan persepsi antara tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut. Hal tersebut beralasan karena kepentingan tujuan perusahaan dan kepentingan tujuan karyawan tidak dapat dipisah-pisahkan karena berada dalam satu kesatuan kebersamaan yang utuh. Namun, acap terjadi kesenjangan (gap) antara tujuan dan harapan karyawan terhadap perusahaan, dengan realitas yang ada. Hal tersebut seringkali menimbulkan masalah-masalah SDM. Adanya masalah-masalah SDM tersebut akan mempengaruhi kinerja karyawan di dalam perusahaan yang bersangkutan.


Tanggapan

  1. benar pak Sjafri..setiap organisasi memiliki kekuatan pengerak dalam kehidupannya yaitu visi,misi,value dan belief…
    Dan semua orang di dalam organisasi harus memiliki gambaran yang sama mengenai tujuan akhir yang akan dituju oleh perusahaan, maka visi akan mampu memainkan peran sebagai “lem” yang merekatkan semua orang di dalam organisasi untuk bergerak bersama-sama mencapai tujuan akhir tersebut..salam..

    • ya mbak emmy….seharusnya seperti itu…namun dalam prakteknya belum tentu semua komponen perusahaan memahami apa kedalaman arti dari visi,misi dan tujuan organisasi….jadi perlu sosialisasi dan internalisasi intensif…khususnya dalam membudayakan visi organisasi…..salam…..

  2. jika paparan bpk demikian, maka menurut sya, kebutuhan performa manajemn dlm persh bukan hal yg penting, tetapi hrus sgera diterapkan.

    • ya alida…..seharusnya performa manajemen merupakan indikasi kuat…… seberapa jauh seluruh komponen perusahaan melaksanakan programnya sesuai dengan visi,misi, dan tujuan perusahaan….

  3. Pak Sjafrie yang baik, saya ingin bertanya, apakah tingkat pemahaman dan internalisasi Visi dan Misi berbeda-beda tergantung level karyawan?. Hal ini karena saya melihat untuk posisi yang cukup rendah (misal: clerk admin dokumen ekspor, receptionist, dll) sangat jauh/abstrak untuk mengaitkan pekerjaan dengan Visi dan Misi yang ingin dituju. Yang ke-dua, antara budaya dengan visi misi mana yang harus duluan atau mana yang harus mengikuti? Apakah visi misi harus dibangun berdasarkan budaya yang ada atau sebaliknya?. Ke-tiga, visi misi dan strategi bisnis diturunkan sesuai hierarki organisasi kadang menyebabkan organisasi menjadi “cylo”, bertujuan agar menjadi fokus namun kadang menimbulkan “kerajaan-kerajaan kecil” karena setiap bagian menganggap mempunyai kotribusi terbesar dan tugas terberat untuk mencapai visi dan misi, apakah faktor yang menyebabkannya?. Maaf banyak sekali pertanyaannya, terima kasih banyak atas jawabannya.

    • betul bung fadli…dalam prakteknya tidaklah semua memiliki pemahaman yg sama….visi,misi, dan tujuan itu sendiri sebenarnya bisa diturunkan dari budaya organisasi…mislnya coorporate culture,work culture dst…..karena membangun budaya maka prosesnya butuh waktu tidak singkat…disinilah manajemen puncak harus mengembangkan kepemimpinan yg partisipatif dan kemitraan…semua saling menghargai…idealnya lewat itu maka tidak ada kesultanan-kesultanan kecil…..semua bekerja berdasarkan prinsip kebersamaan….dan solidaritas….

  4. asalamualaikum wr. wb,
    pak sjafri, saya kagum dengan cara bapak mengungkapkan suatu materi, begitu jelas dan intinya “kena”. saya dari tadi mikirin kata-kata yang pas untuk kerangka pemikiran skripsi saya. bolak-balik mikir kok ngga dapet-dapet ya pak.
    alhamdulillah saya dapat inspirasi dari tulisan ini. terima kasih banyak pak.

    • waalaikum salam…..ditia ayo atuh segera bikin…..kontak mbak ratih ya…saya percaya anda mampu…..

  5. pak,,saya mau tnya,,peluang karier di bidang keuangan itu apa aja ya???
    trus,,tujuan perusahaan itu misalnya kaya gimana ya pk???tolong dicontohkan….

    • mbak karlita….karir di bidang keuangan lebih fokus pada pengembangan kompetensi rencana anggaran kegiatan, audit penggunaan anggaran, dan inovasi manajemen anggaran dst…..karirnya bisa sampai direktur keuangan suatu organisasi perusahaan…btw tujuan perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan perusahaan dan memaksimumkan kepuasan karyawan, menjadikan perusahaan sebagai agen pembangunan, dan menjadi bagian dari sistem sosial….

  6. Pak, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi visi misi menjadi realita? dan apa kaitanya antara visi, misi, strategi dan tujuan? terima kasih

    • mas agus….faktor-faktor yg memengaruhi penerapan visi dan misi adalah faktor internal dan eksternal organisasi….internal a.l perubahan bisnis utama,ekspansi bisnis,sumberdaya manusia,teknologi,kondisi finansial dsb…eksternal a.l turbulensi perekonomian dan sos-pol, pasar, perkembangan iptek, persaingan bisnis ketat, dsb….tentang pertanyaan yg kedua silakan anda baca ulang artikel ini…semua sudah ada….


Beri tanggapan

Your response:

Kategori