Kompetensi merujuk kepada karakteristik yang mendasari perilaku yang menggambarkan motif, karakteristik pribadi (ciri khas), konsep diri, nilai-nilai, pengetahuan atau keahlian yang dibawa seseorang yang berkinerja unggul (superior performer) di tempat kerja. Kompetensi adalah mengenai orang seperti apa, dan apa yang dapat mereka lakukan, bukan apa yang mungkin mereka lakukan

     Selanjutnya kompetensi dapat didefinisikan sebagai karakteristik dasar seseorang yang memiliki hubungan kausal dengan kriteria referensi efektivitas dan/atau keunggulan dalam pekerjaan atau situasi tertentu. Kompetensi merupakan karakter dasar orang yang mengindikasikan cara berperilaku atau berpikir, yang berlaku dalam cakupan situasi yang sangat luas dan bertahan untuk waktu yang lama.

     Dalam prakteknya ada yang disebut kompetensi terlihat dan tersembunyi. Yang terlihat adalah pengetahuan dan keahlian. dan yang tersembunyi adalah nilai keseimbangan, konsep diri, karakteristik pribadi, dan motif. Pengetahuan merujuk pada informasi dan hasil pembelajaran, seperti pengetahuan seorang ahli bedah tentang anatomi manusia. Keterampilan atau Keahlian merujuk pada kemampuan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan, seperti keahlian bedah untuk melakukan operasi. Konsep diri dan nilai-nilai merujuk pada sikap, nilai-nilai dan citra diri seseorang. Karakteristik pribadi merujuk pada karakteristik fisik dan konsistensi tanggapan terhadap situasi atau informasi. Sementara itu motif merupakan emosi, hasrat, kebutuhan psikologis, atau dorongan-dorongan lain yang memicu tindakan.

    Mengapa kompetensi perlu dikelola? Manajemen kompetensi dapat diartikan sebagai mengidentifikasi, menilai, dan melaporkan level kompetensi karyawan untuk memastikan bahwa organisasi memiliki sumber-daya manusia yang memadai untuk menjalankan strateginya. Apa saja alasannya? Ada beberapa alasan yakni (1) perekonomian dunia ditandai oleh perubahan drastis dan inovasi teknologi; (2)Aspirasi organisasi pada sebuah pasar; (3) Ketidakpuasan terhadap mutu pendidikan; (4) Kesamaan pemahaman mengenai kompetensi; (5) Gerakan mutu menuntut organisasi untuk memastikan bahwa karyawan mereka kompeten; dan (6) Kompetensi juga mendukung pencapaian tujuan strategis organisasi atau kebangsaan.

    Ada tiga pendekatan utama pada manajemen kompetensi yaitu Akuisi kompetensi (competency acquisition), Pengembangan Kompetensi competency development); dan Penyebaran Kompetensi (competency deployment). Dalam akuisi kompetensi, organisasi melakukan upaya yang disengaja dan terencana untuk mendapatkan kompetensi yang diperlukan bagi pertumbuihan dan ekspansi perusahaan. Kemudian dalam pengembangan kompetensi level kompetensi karyawan yang sudah ditingkatkan melalui program pengembangan berkelanjjutan. Sementara itu dalam penyebaran kompetensi, karyawan ditempatkan di berbagai posisi dalam organisasi yang paling cocok dengan kompetensinya (best person-position fit).

( rujukan utama artikel ini: Palan, R., 2007. Competency Management, PPM Jakarta)