Surat Al-Baqarah (2:193-184): ” Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atasmu berpuasa, sebagaimana puasa itu telah diwajibkan juga atas orang-orang yang sebelummu semoga kamu menjadi orang yang takwa.” Disini ditekankan mereka yang wajib berpuasa adalah orang yang beriman, bukan mereka yang kafir. Mereka yang beriman akan menyambut dan melaksanakan puasa sebulan penuh dengan sukacita. Mengapa demikian?

        Allah menjanjikan tiga keberkahan yang sangat luar biasa bagi umatnya yang lulus menjalani puasa dengan khusyu. Yang pertama adalah keberkaahan karena memeroleh rahmat bathiniah. Kedua ampunan doasa. Dan ketika adalah bebas dari neraka. Ketiga keberkahan tersebut mengandung dimensi jangka panjang dan kekal. Karena itu sangatlah wajar umat Islam menanti, menyambut dan menjalani bulan suci Ramadhan dengan sukacita.

         Pemahaman sukacita harus dilihat dari dimensi rasa syukur. Releksi rasa kebahagiaan karena masih diberi nikmat usia panjang untuk bertemu lagi dengan bulan kemuliaan. Namun demikian perlu disikapi dengan tetap tawadhu atau rendah hati. Tidak menyambutnya dengan cara berlebihan sehingga mengurangi makna puasa itu sendiri.

         Dalam kesempatan ini saya mohon dibukakan pintu maaf lahir bathin. Juga ingin menyampaikan selamat menjalani ibadah puasa Ramadan 1433 H sebulan penuh. Semoga memeroleh berkah, nikmah, dan hikmah.