(1)

Diiringi doa berkah abah dan ema

Di akhir Agustus ’63 itu

Aku berangkat naik bis dari Betawi

Tiba di stasiun bis kota Bogor

Lalu aku berjalan dengan pasti

Ke kampus IPB Baranangsiang

Menjadi mahasiswa baru Fakultas Pertanian

Terasa bahagia penuh syukur

(2)

Di malam hari pertama

Menginap di kota hujan ini,

Aku mulai tinggal sendiri jauh dari keluarga

Di kamar sempit dengan udara dingin

Tempat aku bermukim dan belajar

Di jalan Panaragan

Tiba-tiba ada kegalauan tersendiri

Bisakah aku betah?

Bisakah kau Bogor berikan suasana nyaman?

Bisakah aku memeroleh keakraban?

Bisakah aku punya semangat?

Bisakah aku berhasil?

Untuk meraih cita?

(3)

Sejuknya lingkungan

dan ramah serta akrabnya warga sekitar

Dan suasana akademik yang nyaman

Lambat laun tetapi pasti

Kegalauanku mulai surut mengecil

Membuatku terasa betah

Dan aku merasa terpikat padamu Bogor

(4)

Dengan sepeda motor merek Ducati dan Vespa

Ku telusuri lika liku sudut jalan, pertokoan dan perkampungan

Makan mie baso, goreng talas,nanas manis, dan toge goreng kesukaanku

Bersama teman nonton film di bioskop Rangga Gading

Terkadang berteduh di kebun raya nan sejuk

Betapa nyamannya kota Bogor ini

(5)

Kegiatan rutinku

Utamanya selama delapan semester

Begitu banyak

Kuliah, praktikum, dan ujian

Juga berorganisasi dan demonstrasi

Melawan tirani kekuasaan otoriter

Pagi, sore dan terkadang malam

Melelahkan terlebih sehabis diguyur hujan

Namun tak patah semangat

Dengan kerja kerasku

Ku bersyukur hingga kuraih kesarjanaanku

Mulailah cita-cita kukembangkan

Menjadi dosen hingga sekarang

(6)

Bogorku bukan sekedar tempat meraih cita

Namun juga kutemukan cinta

Seorang mahasiswi,kelahiran Betawi

Membuatku terpesona

Akan kecantikan paras, cerdas dan kebaikan budinya

Cuma dua tahun aku berkenalan akrab dengannya

Kemudian, berikrar di hadapan Allah

Memasuki kehidupan baru nan panjang

Dengan tiga anak dan tujuh cucu

(7)

Bogorku

Walau udara di sekitarmu belakangan semakin tercemar

Kendaraan bermotor semakin banyak berseliweran

Namun kau telah banyak memberiku ruang dan suasana

Kesejukan dan semangat meraih cita dan cinta

Sebaliknya

Aku merenung apakah

Selama 49 tahun hidup di Bogor

Diriku telah banyak memberi sesuatu buatmu

Yang sangat berarti

Tapi aku tak tahu…jujur aku tak tahu

Biarlah hanya Allah yang Maha tahu

Terimakasih ya Allah ya Rabb

Terimakasih untuk segalanya Bogorku

Semoga kau tetap menawan menjadi Kota Hijau

Kota yang menyejukkan hati setiap insani

Gunung Batu Ciomas

Medio April 2012