Agak aneh membaca judul ini. Rasanya tanpa berpikir tak mungkin keputusan bisa diambil dengan cermat. Betulkah dugaan seperti itu?. Tidak selalu seperti itu. Tidak percaya? Coba saja secara sederhana ketika tiba-tiba tangan anda disodorkan geretan yang menyala oleh teman anda. Ketika itu pula secara refleks anda menghindari api. Contoh lain ketika tangan anda dicubit segera pula anda menolak tangan sang mencubit. Ketika itu terjadi apakah anda sempat berpikir apa yang terjadi, mengapa itu terjadi, dan bagaimana bisa itu terjadi dsb. Lalu anda tidak usah memikirkan apa yang harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Semua semua serba cepat. Bisa jadi cuma membutuhkan dua detik pertama saja untuk sebuah kesimpulan dan keputusan solusi.

       Fenomena keputusan yang tidak membutuhkan analisis dan pembuktian cermat bisa juga terjadi di bidang manajemen sumberdaya manusia. Misalnya ketika seorang manajer sedang berhadapan dengan seorang karyawannya yang kurang jujur. Manajer tidak harus secara mendalam menganalisis penjelasan sang bawahan ketika ia menegurnya. Coba saja dilihat dari gaya bahasa tubuh sang bawahan. Dalam waktu sangat singkat bisa dilihat dari gerak gerik mulutnya yang gagap, sorotan matanya tidak konsentrasi, kerap menunduk, dan bahkan telapak tangannya basah. Begitu pula kalau manajer sedang menghadapi turbulensi internal gara-gara protes karyawannya tentang manajemen kompensasi. Karena itu sebagai kebutuhan karyawan maka manajer bisa segera mengetahui apa masalahnya dan bagaimana mengatasinya.

       Contoh kasus-kasus di atas diilhami dari buku berjudul Blink karya tulis Malcom Gladwell. Dia mengatakan tentang dua detik pertama yang sangat menentukan ketika kita mengamati sesuatu. Pemahaman dalam waktu yang sekejap itu terbentuk berkat pilihan-pilihan yang muncul dari komputer internal. Disitu ada kemampuan bawah sadar seseorang. Kemampuan itu sering disebut sebagai kemampuan berpikir tanpa berpikir dimana keputusan sekejap yang didapat dari informasi relative sedikit namun akurat. Misalnya para ahli cicip makanan yang mampu membedakan kue bermutu tinggi dan rendah. Begitu pula orang yang mencicipi teh mampu menilai segera tentang kualitasnya. Juga akhli menghitung umur dan keaslian patung dapat segera menentukan keaslian atau kepalsuan patung. Orang-orang seperti yang diungkapkan dalam blink adalah mereka yang telah terlatih menentukan keputusan sesuatu tanpa harus didukung banyak informasi dan waktu yang lama.