Marhaban yaa Ramadhan 1432 H. Insya Allah tanggal 1 Agustus 2011, umat islam akan memasuki bulan suci ramadhan. Bulan yang penuh  berkah, rahmah dan ampunan bagi mereka yang khusyu menjalaninya. Shaum yang dilakukan merupakan bentuk penenangan jiwa, pengendalian hawa nafsu, pelatihan kesabaran dan pensucian diri dari berbagai bentuk nafsu. Shaum merupakan momentum yang tepat untuk mengendorkan kerja organ dan pikiran yang berat  dari syahwat perut. Katakanlah semacam perawatan rohani-jasmani tahunan. Namun bukan berarti produktivitas kerja di bulan ramadhan akan menurun. Justru  lewat shaum dilakukan revitalisasi lahir bathin yang ujungnya adalah pencapaian derajad takwa tinggi. Kembali ke fitrahnya masing-masing.

          Bershaum  seharusnya bersifat kontekstual. Ketika bangsa Indonesia sedang dirundung krisis korupsi, enerji, pangan-gizi, pengangguran, dan kemiskinan maka pemahaman shaum dan takwa menjadi sangat relevan. Ketamakan dan ketidakadilan di sementara kelompok orang seharusnya ditinggalkan. Ataukah mungkin itu  juga terjadi pada diri kita. Kalau ya, kita harus sadar di situ ada hak orang miskin yang teraniaya. Kita sepatutnya  takut akan adzab Allah. Seharusnya kita melakukan evaluasi dan refleksi total terhadap kehidupan diri. Kita tahu nafsu keserakahan untuk menimbun harta, kekuasaan dan pengaruh tidak akan ada batas kepuasannya.

         Tetapi toh mengapa perilaku itu masih dilakukan?. Ya karena sudah terbelenggu nikmatnya duniawi dan bujuk rayu setan. Harta dan tahta sudah diberhalakan. Karena itu shaum sebagai aktifitas normatif moral menjadi penangkalnya. Lewat shaum kita perlu lebih menginsyafi sifat kefanaan. Kita   perlu tawadu dan ikhlas untuk berbagi dan membuka diri buat orang lain dengan penuh cinta. Tentunya spirit itu tidak terjadi hanya di bulan Ramadhan saja.

                   MOHON MAAF LAHIR BATHIN…DOA MENDOAKAN

About these ads