Tampaknya model kepemimpinan di perusahaan yang hanya mengandalkan pada kekuasaan saja sudah digolongkan usang. Selama ini seorang manajer lebih menekankan pencapaian target produksi dan penjualan. Mereka cukup memberi perintah, mengkoordinasi dan mengawasi karyawannya. Sangat jarang manajer membuat suatu tindakan yang sistematis agar para karyawannya didorong untuk memiliki jiwa kepemimpinan di suatu unit. Selama ini gaya kemimpinan manajer sangatlah rutin yakni melakukan persiapan kerja,pelaksanaan kerja dan pengendalian kerja para karyawannya serta evaluasi.

       Dengan semakin tingginya tuntutan konsumen/pelanggan dalam hal mutu dan sistem pengiriman maka perusahaan membutuhkan kepemimpinan mutu. Model kepemimpinan ini menekankan pada kesiapan para karyawan untuk memiliki budaya mutu. Setiap karyawan difokuskan bekerja dengan orientasi mutu. Untuk itu maka mereka perlu dikembangkan pengetahuan, sikap dan ketrampilannya. Caranya? Antara lain dengan menanamkan pengertian lewat sosialisasi dan internalisasi pentingnya jiwa kepemimpinan. Paling tidak mampu memimpin dirinya agar bisa bekerja dan berkinerja dengan baik.

      Dalam konteks kepemimpinan ini maka diharapkan setiap manajer dan karyawan selalu berorientasi pada kebutuhan dan tuntutan pelanggan serta pemilik modal. Untuk itu mereka perlu mengembangkan nilai mutu produk dan sistem pelayanannya. Dengan demikian karena diposisikan sebagai seseorang yang memiliki jiwa pemimpin maka mereka akan lebih bertanggung jawab. Di sisi lain mereka mampu bekerja dengan efektif dalam suatu tim kerja yang kompak. Satu karyawan sedang bekerja maka yang lainnya siap untuk membantunya jika dianggap perlu.

       Dengan demikian kredibilitas jiwa kepemimpinan setiap karyawan menempatkan mereka dalam posisi yang strategis. Dalam konteks produksi dan distribusi maka perusahaan akan lebih aman lagi. Kinerja perusahaan akan semakin meningkat. Sementara bagi karyawan akan lebih memudahkan bagi dirinya untuk menjadi pemimpin dalam kerangka pengembangan karirnya. Hal ini karena mereka diposisikan tidak hanya sebagai pekerja semata. Namun dilatih untuk menjadi pemimpin. Mereka adalah karyawan yang sekaligus disiapkan sebagai calon pemimpin yang tangguh. Tentunya yang berorientasi pada pelayanan prima terhadap pelanggan dan pemilik modal.