April Mop, dikenal dengan April Fools’ Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah (wikipedia). Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu.

       Di beberapa negara seperti Inggris dan Australia serta Afrika Selatan, lelucon hanya boleh dilakukan sampai siang atau sebelum siang hari. Seseorang yang memainkan trik setelah tengah hari disebut sebagai "April Mop". Namun di tempat lain seperti Kanada, Perancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda, dan Amerika Serikat lelucon bebas dimainkan sepanjang hari. Hari itu juga banyak diperingati di Internet.

       Apakah cocok diterapkan di Indonesia? Memang tak ada data akurat yang menunjukkan perkembangannya di Indonesia. Namun ada kecenderungan tidak jarang terjadi di kalangan anak muda walau tidak seseru dengan hari valentine. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

      Yang jelas walau dimaksudkan untuk lucu-lucuan, namun kalau dipahami dalam konteks “boleh” berbohong maka pada momen apapun itu perbuatan terlarang. Sesuai dengan norma agama dan sosial, kita sangat menjunjung keterbukaan dan kejujuran setiap saat. Dan sifat itu berlaku kapan dan dimana pun serta pada siapapun. Tidak ada istilah perbuatan tercela diperbolehkan untuk dibuat lucu-lucuan. Ketika kita membutuhkan sumberdaya manusia yang tangguh maka kita jangan terjebak pada penerapan budaya lain yang tidak sesuai dengan ajaran mulia. Untuk itu mulailah dari diri sendiri dan keluarga. “Tiada hari untuk berbohong”