Kreatifitas adalah bentuk dari hasil proses mengolah khayalan atau impian menjadi sesuatu yang nyata. Suatu ruang unit kerja dihiasi dengan warna warni dinding cerah yang membuat suasana kerja nyaman itu adalah karena adanya kreatifitas; apakah dari seseorang atau kelompok orang. Berkembangnya inovasi manajemen juga merupakan pengembangan keatifitas menjadi sesuatu yang baru. Apakah itu dalam bentuk kreatiftias lunak ataukah keras. Kreatifitas lunak biasanya diujudkan dalam bentuk inovasi manajemen misalnya tentang manajemen pelatihan-pengembangan dan manajemen kompensasi. Sementara kreatifitas keras diujudkan dalam bentuk inovasi fisik seperti alat-alat baru produksi dan tataruang kerja.

       Semua kreatifitas seseorang konon adalah suatu misteri. Bisa datangnya tiba-tiba atau didesain. Karena itu ketika ide timbul maka mereka yang kreatif segera mengolah misteri itu dalam bentuk nyata. Tidak terpesona dengan misterinya. Cara mengolahnya diawali dengan mnengendalikan misteri ke dalam pemikiran-pemikiran maju. Dengan kata lain bahwa misteri mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu yang lebih baik. Itulah kreatifitas namanya. Semua itu bisa lahir dari manajer dan bahkan karyawan.

       Kreatifitas karyawan akan semakin terbuka lagi kalau ada unsur rangsangan dari luar. Bentuk rangsangan adalah paling tidak perhatian dari manajernya. Disini manajer mendorong karyawan untuk terus mengembangkan kreatifitas sekalipun bentuknya sangat sederhana. Usulan kepada manajer untuk diadakannya diskusi tentang mutu produk, penciptaan model distribusi pemasaran dan pelayanan prima adalah beragam contoh tentang kreatifitas. Karena itu manajer harus mampu menangkap sinyal-sinyal potensi yang dimiliki karyawannya. Bahkan harus proaktif untuk membuka peluang mereka dalam mengembangkan kreatifitasnya. Mengapa? Sebab maju mundurnya suatu perusahaan salah satunya sangat ditentukan oleh mutu karyawannya.

       Bentuk penghargaan pada karyawan bisa dimulai dari ucapan terimakasih dan dorongan moril manajer hingga dalam bentuk “award”. Bentuknya bisa berupa pemberian penghargaan uang, trophy, piagam, dan bahkan kompensasi kenaikan golongan dan gaji serta membuka peluang untuk mengikuti pendidikan lanjutan. Diharapkan penghargaan tersebut dapat memotivasi karyawan untuk berinovasi. Sementara itu perusahaan perlu menciptakan suasana persaingan sehat di kalangan karyawan. Fenomena dorongan untuk berlomba di kalangan karyawan dalam penciptaan inovasi mencerminkan bahwa perusahaan telah mampu membangun model pengembangan mutu sumberdaya manusia yang berkelanjutan.