Memantau (monitoring) adalah proses mengamati karyawan yang sedang bekerja baik dilihat dari kinerja proses maupun kinerja hasilnya. Tujuan utamanya adalah mencegah terjadinya penyimpangan pekerjaan yakni antara fakta dan standar perusahaan. Dengan demikian secara dini perusahaan bisa mengambil tindakan terbaik untuk mengatasi penyimpangan kerja yang lebih luas. Untuk itu maka dalam pemantauaan perlu dilihat dari segi-segi apa yang dipantau, bentuk pemantauan, kapan dilakukannya, dan hubungannya dengan evaluasi kinerja perusahaan. Agar berjalan lancar maka pemantaaun seharusnya sudah menjadi kegiatan rutin perusahaan dan diketahui oleh semua karyawan.

        Pemantauan terhadap karyawan yang sedang bekerja dapat dilihat dari beberapa segi. Yang pertama adalah proses pekerjaannya apakah sesuai dengan prosedur operasi standar atau tidak. Kalau ada penyimpangan apa penyebabnya, kapan itu terjadi, dan apa yang sudah ditangani karyawan. Hal kedua adalah mengamati apakah semua karyawan di unit itu bekerja. Kalau ada yang tidak perlu diketahui siapa saja dan mengapa tidak bekerja. Tentunya juga tingkat kedisiplinan dan komitmen karyawan. Yang ketiga adalah apakah selama bekerja terjadi konflik antara karyawan dengan manajer atau mandor dan antarkaryawan sendiri. Mengapa hal itu bisa terjadi dan apakah mengganggu proses pekerjaan dan hasilnya ataukah lancar-lancar saja.

        Bentuk pemantauan dapat berupa pengamatan langsung, memelajari laporan harian, dan kombinasi keduanya. Bisa tertulis dan tidak tertulis. Pengamatan langsung sangat bermanfaat karena ketika itu pula dapat dilakukan pengendalian agar tak terjadi penyimpangan yang semakin melebar. Sementara kalau hanya dengan memelajari laporan harian kurang efektif karena tidak melihat langsung apa yang terjadi. Yang ideal adalah kombinasi keduanya. Selain langsung mengetahui apa yang terjadi juga diperkuat dengan catatan lengkap. Untuk itu maka aspek-aspek yang dipantau antara lain meliputi jam masuk kerja, proses pekerjaan, kerusakan hasil, lamanya proses pekerjaan, hubungan sosial, kondisi kesehatan karyawan, dan jam akhir kerja.

        Pemantauan terhadap karyawan yang sedang bekerja dapat dilakukan secara terencana atau regular dan tidak regular. Secara terencana artinya pemantauan dilakukan berdasarkan pertimbangan apa yang ingin dituju dan apa manfaatnya, apa saja yang dipantau, metode dan tekniknya, siapa saja yang memantau dan yang dipantau, dan pelaporannya. Pemantauan yang dilakukan secara terencana dan regular dapat dilakukan setiap hari atau mingguan. Hal ini sangat bergantung pada proses pekerjaan. Kalau ada permintaan konsumen dan pelanggan agar hasilnya bisa cepat dipenuhi maka pemantauan dilakukan secara intensif. Kalau perlu dilakukan satu hingga dua jam sekali. Kalau proses pekerjaan yang sifatnya rutin bisa dilakukan satu-dua hari sekali. Apalagi kalau para karyawannya relatif sudah berpengalaman dan sangat trampil kerja. Sementara itu pemantauan tidak reguler dilakukan secara mendadak misalnya kalau ditemukan adanya masalah yang dihadapi di unit kerja tertentu.

        Hasil pemantauan dapat digunakan perusahaan untuk keperluan jangka pendek atau segera dan jangka relatif menengah dan panjang. Akumulasi dari hasil proses pemantauan diolah untuk dijadikan bahan evaluasi kinerja perusahaan. Umpan balik dari hasil pemantauan dan evaluasi kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan rencana strategi bisnis yang baru sekaligus penyusunan  dukungan sumberdaya manusia dan infrastrukturnya. Termasuk didalamnya adalah perbaikan manajemen sumberdaya manusia seperti perekrutan dan seleksi karyawan baru, pelatihan dan pengembangan, strategi pengembangan karir, manajemen kompensasi, manajemen kinerja, dan pemutusan hubungan kerja.