Kebahagiaan seseorang bisa dilihat dari wajah dan tutur katanya. Wajah cerah, murah senyum, bersahabat dengan tutur kata yang ramah dan penuh canda adalah beberapa indikasi kebahagiaan seseorang. Kebahagiaan di perusahaan bisa terjadi pada siapapun termasuk karyawan dan manajer. Tentu saja rasa bahagia itu merupakan enerji positif sehingga bisa menjadi modal karyawan dalam melakukan pekerjaannya dengan baik.

      Sementara itu kebahagiaan karyawan bisa timbul karena beberapa hal yakni (1) lingkungan keluarganya yang cenderung relatif harmonis; (2) kondisi kesehatan mental dan fisik yang sehat; (3) lingkungan kerja yang nyaman; (4) kepemimpinan unit yang bisa diterima karyawan seperti visioner, cerdas, dekat dengan karyawan,ramah namun tegas, tidak kikir menghargai kinerja karyawan, dan sangat empati; dan (5) manajemen kompensasi dan karir yang terbuka, adil, dan obyektif.

      Hubungan sosial antara karyawan dan manajer sangatlah penting. Ini mencerminkan kedua pelaku organisasi tersebut saling menghargai peran masing-masing. Bahkan terjadi saling kebergantungan yang sinergis. Termasuk di dalamnya sifat terbuka untuk saling mengoreksi dalam batas-batas yang wajar tentunya. Dengan kata lain mengoreksi tanpa menggunakan cara-cara yang kurang santun,misalnya dengan protes keras, demo, dan penghinaan personal. Karena itu hubungan sosial yang terjadi juga dicirikan oleh rasa empati sosial yang tinggi. Kalau ada yang bahagia dan sedih cenderung semua karyawan dan manajer merasakan masalah yang dihadapi masing-masing.

       Karena sebagai enerji positif maka suasana bahagia ketika bekerja (formal) dan tidak bekerja (informal) harus dibangun tidak saja oleh manajer namun oleh semua karyawan. Enerji positif merupakan unsur motivasi yang sangat luar biasa. Semakin bahagia seorang karyawan semakin tinggi kinerjanya. Termasuk semakin tinggi pula kerjasama, saling pengertian, dan saling memahami masing-masing. Tidak saja dalam bidang pekerjaan juga dalam aspek personal kekeluargaan. Itulah yang disebut sebagi contoh-contoh modal sosial dalam dunia kerja.

      Ketika kebahagiaan karyawan terjadi maka sudah bisa diduga manajer pun akan bahagia. Karena dialah “komandan” unit pekerjaan. Dialah sebagai pemimpin yang harus mampu menjaga suasana kerja yang nyaman. Manajer akan memosisikan dirinya sebagai orang pertama dan utama untuk menjadi pribadi yang bisa diterima semua kalangan karena kecerdasannya, dan memiliki kemampuan  berempati sosial. Dengan demikian karyawan tanpa diinstruksikan dengan ketat pun akan mengikuti semua ajakan manajer untuk melakukan pekerjaannya dengan efektif dan efisien. Dan ini sebagai pertanda pula bahwa komitmen kerja dan keterikatan pada organisasi di kalangan karyawan akan semakin kuat.