Akibat perubahan iklim yang sedang mengglobal tidak main-main. Banyak bahaya dari system lingkungan yang terjadi sebagai akibat perubahan iklim. Fenomena musibah angin kencang dan gelombang pasang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa ada indikasi sebelumnya. Terjadi perbedaan kondisi wilayah. Di wilayah yang satu bisa kekurangan air namun di wilayah lainnya terjadi banjir besar. Tentu saja hal demikian akan mengganggu produksi dan distribusi pangan. Begitu pula terjadi kebakaran hutan yang tak terkendali dapat menimbulkan gelombang asap yang mengganggu kesehatan manusia.

        Pengaruh perubahan iklim juga terjadi pada kondisi produktifitas kerja masyarakat. Kesehatan masyarakat terkena imbas dari kondisi kesehatan lingkungan. Bukan itu saja namun ada pengaruhnya juga terhadap pertambahan mereka yang tergolong miskin. Masalah yang timbul adalah ketika orang-orang miskin tidak memiliki kapasitas adaptif terhadap dampak buruk perubahan iklim. Dengan kata lain mereka sangat rentan pada perubahan iklim global sehingga jatuh pada jurang kemiskinan.

        Selain itu, pengaruh perubahan iklim ini terhadap jumlah penduduk yang semakin miskin dicirikan oleh produktifitas kerja yang rendah. Hal ini berkait dengan unsur-unsur gangguan kesehatan seperti sesak nafas, asma, dan gizi yang rendah. Misalnya ketika bersentuhan dengan udara yang lebih banyak karbondioksidanya, maka beragam kandungan lingkungan bisa memicu alergi, yaitu unsur yang membuat kulit gatal-gatal. Para akhli menemukan dengan semakin banyaknya karbondioksida, rerumputan menjadi menghasilkan lebih banyak serbuk. Dan bahkan memproduksi lebih banyak serbuk pemicu alergi, sehingga alergi musim gugur akan menjadi pukulan terbesar terhadap kesehatan manusia.

        Semakin tinggi derajat pengaruh perubahan iklim semakin tinggi pula kerentanan masyarakat miskin pada produktifitas kerja. Karena itu diperlukan jalan keluar agar efek perubahan iklim bisa diperkecil. Itu adalah tindakan represif. Namun yang jauh lebih penting adalah tindakan preventif. Dalam hal ini kearifan lokal di lingkungan masyarakat tertntu sangat dibutuhkan untuk mengembangkan program-program yang berorientasi pada alam bersih. Begitu juga penerapan strategi pembangunan berkelanjutan harus menjadi fokus perhatian para pemutus kebijakan dan pelaku pembangunan secara konsisten. Pada konteks pekerjaan dan produktifitas kerja dibutuhkan terujudnya strategi yang disebut “green jobs” (lapangan pekerjaan prolingkungan). Fungsinya sebagai kunci utama dalam mensolusikan masalah-masalah ketika menghadapi ancaman pemanasan dan perubahan iklim global.