Belakangan ini masyarakat kita sedang demam sepakbola. Pasalnya berturut-turut mulai dari awal hingga masuk semifinal, tim sepakbola nasional (Garuda) tidak pernah kalah. Dalam pertandingan semi final, tim Garuda mengalahkan Filipina dan berhak masuk final melawan Malaysia di minggu ketiga Desember 2010 ini.. Dalam setiap menjelang dan pertandingan, riuh rendah masyarakat mendukung tim Garuda semakin ramainya. Mengapa demikian? Sepakbola adalah olah raga yang digemari oleh multistrata sosial. Hampir setiap individu kalau ditanya jenis olahraga apa yang paling diketahuinya. Pasti jawabannya sepakbola. Dan ini diduga ada kaitannya dengan sejarah munculnya sepakbola di Indonesia.

         Menurut Yunan Shalimow (blog Shalimow, 28 November 2009) sejarah olahraga sepakbola ini diawali oleh pendatang dari luar negeri, bukan dari Indonesia asli. Jadi beberapa kemungkinannya adalah: (1) Para pedagang dari negeri Tiongkok sekitar abad 7 M yang mulai masuk wilayah nusantara khususnya di wilayah kerajaan Sriwijaya. Seperti diketahui permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM sudah mengenal olah raga sejenis sepak bola yang dikenal dengan sebutan “tsu chu “. (2) Dibawa masuk ke Indonesia oleh para pedagang dari negeri Belanda, kalau mereka awal masuknya ke Indonesia sekitar tahun 1602 M maka sepakbola lahir dari perkembangan aktifitas dagang mereka di Indonesia. Jadi bisa dibayangkan masyarakat sudah mengenal permainan sepakbola sejak sekitar lima abad yang lalu.

        Yang ingin dibahas dalam artikel ini bukan tentang sejarahnya. Namun apakah dari sepakbola bisa diambil pelajaran yang menyangkut pengetahuan tentang manajemen ? Seperti diketahui telaahan manajemen bisa dilihat dari sisi manajerial dan operasional. Dari sisi manajerial berupa penerapan fungsi-fungsi manajemen yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian-pengawasan bagaimana suatu perkumpulan sepakbola dilaksanakan. Sementara dari sisi operasional berupa fungsi manajemen rekrutmen dan seleksi pemain, orientasi organisasi dan distribusi peran pemain,pelatih dan kru, pelatihan dan pengembangan, penempatan para pemain, evaluasi kinerja pertandingan, dan manajemen kompensasi.

         Ketika persiapan memasuki acara pertandingan maka disitu diterapkan manajemen rekrutmen pemain dan pelatih, manajemen pelatihan, manajemen strategi bermain, dan manajemen pertandingan. Ketika akan melaksanakan pertandingan maka disiapkan analisis kekuatan dan kelemahan lawan, dan sistem koordinasi lapangan. Sejauh mana lawan bisa dikalahkan dan dengan stratergi dan taktik apa. Kemudian, siapa yang menjadi kapten kesebelasan dan apa saja peran dan tugasnya. Pelatih melakukan koordinasi penyusunan strategi dan taktik pertandingan. Sementara itu sudah disiapkan siapa manajer pertandingan beserta ofisial lainnya. Seusai pertandingan lalu manajer kesebelasan dan pelatih berikut pemainnya kemudian melakukan evaluasi. Antara lain tentang sistem koordinasi, strategi dan taktik pertandingan, kinerja pemain, sistem pelatihan, dan fasilitas pertandingan dsb. Semua itu digunakan untuk umpan balik perbaikan berbagai segi dalam pertandingan berikutnya. Termasuk untuk menyusun rencana strategis persatuan kesebelasan bersangkutan di masa datang.