Akhir-akhir ini sering diungkapkan terjadinya perdagangan orang (trafficking). Umumnya yang diperdagangkan adalah kaum perempuan dan anak-anak di bawah umur. Kegiatan itu termasuk tidak sah atau melanggar hukum. Disitu tidak dikenal istilah brand yang umumnya melekat pada “pemasaran” produk secara legal. Dengan kata lain brand sebagai serangkaian asosiasi tentang suatu produk atau seseorang. Kalau brand orang, misalnya mereka dari kalangan kaum selibriti, manajer professional, ilmuwan terkenal, dan pemain olahraga terkenal. Seperti halnya di bidang produk maka pemasaran orang juga harus dikelola dengan baik. Kalau di bidang produk dikenal bagaimana memromosikan keunggulan-keunggulannya seperti kualitas tinggi, keamanan produk tinggi, kemasan menarik, harga bersaing, dan relatif cepat sampai tangan konsumen.

        Dalam hal orang maka yang diunggulkan dalam promosi bisa berupa kepribadiannya yang menarik, posturnya, kreatifitasnya, motivasinya, prestasinya, pengalaman professional, dan kecerdasannya. Itulah nilai jualnya. Untuk itu bisa saja mereka memromosikan dirinya lewat iklan. Namun ketika seseorang menyediakan dirinya untuk direkrut maka akan lebih efektif lagi kalau yang bersangkutan menggunakan biro atau tenaga jasa pemasaran. Biasanya biro semacam ini sudah memiliki jaringan bisnis atau segmen pasar tertentu. Selain itu biro ini selalu memberikan advis kepada selebritis atau siapapun yang akan siap dipasarkan. Misalnya dalam bentuk perbaikan tampilan, pelatihan ketrampilan, peltihan kepribadian, kemampuan berkomunikasi, dsb. Upaya ini bertujuan agar para klien tersebut memiliki peluang diserap pasar dengan visibilitas yang lebih besar.

         Pemasaran orang yang termasuk selebriti atau orang terkenal tidak otomatis bakal lancar. Klien tersebut harus menunjukkan dulu jati diri dan prestasinya. Kalau dia seorang olahragawan maka prestasi apa yang pernah diraih dan pada level apa. Kalau dia seorang artis maka prestasinya bisa dalam bentuk jumlah film, peraih penghargaan film, dan status pemeran apa.Begitu pula bagi ilmuwan manajemen misalnya; apa saja karya ilmiah (buku, jurnal, inovasi manajemen) yang pernah dibuat dan laku di pasaran. Dengan kata lain setiap orang yang akan memasarkan dan dipasarkan harus mampu mengelola dirinya. Mereka harus trampil dalam merancang dan mengelola brand dan kemudian mengkomunikasikannya kepada konsumen atau pelanggan. Hal itu bisa melalui jalur sendiri dan juga via biro penyalur jasa.