Mengapa tidak jarang ada protes karyawan terhadap kebijakan perusahaan? Salah satunya karena pihak manajemen mengabaikan aspirasi yang berkembang di kalangan karyawan. Sebagai keinginan dan harapan kuat maka aspirasi sering tidak didengar pihak manajemen. Padahal seharusnya pihak  manajemen memelajari dahulu  apa isi aspirasi tersebut. Kemudian dibangun komunikasi dengan karyawan. Dengan demikian sudah dapat diantisipasi bagaimana  menghadapi terjadinya protes.

Penolakan terhadap aspirasi sama saja tidak menghargai perjuangan karyawan. Padahal siapa tahu aspirasi tersebut sangat menguntungkan perusahaan. Dengan kata lain hendaknya perusahaan jangan apriori terhadap aspirasi yang berkembang di kalangan karyawan. Bagaimana perusahaan mestinya memelajari hal-hal yang penting bagi hubungan kedua pihak. Karena itu bagaimana caranya perusahaan mengelola aspirasi karyawan sebaik mungkin agar terjadi saling menguntungkan kedua pihak.

Mengelola aspirasi karyawan dimulai dari melakukan identifikasi masalah yang dihadapi karyawan. Apa kaitannya dengan aspirasi, misalnya yang menyangkut kehidupan kesejahteraan para karyawan. Dan apakah aspirasi akan berakibat pada resiko kerugian perusahaan. Kemudian pihak manajemen menampung isi aspirasi dan mendiskusikannya di kalangan manajemen. Maksudnya adalah agar pihak manajemen sudah siap untuk berdialog dengan pihak karyawan.

Selanjutnya pihak manajemen mengundang para wakil karyawan untuk mendiskusikan aspirasi yang dimaksud. Disitu diadakan diskusi untuk memertemukan dua kepentingan. Tujuannya adalah agar menghindari konflik yang mungkin terjadi. Jangan sampai timbul adanya tindakan anarkis yang dapat mengganggu jalannya perusahaan. Sementara pihak manajemen seharusnya tidak menggubris kehendak karyawan. Dengan demikian mengelola aspirasi karyawan diharapkan mampu membangun kebersamaan di kedua belah pihak.

Dari proses diskusi atau rapat maka diharapkan terjadinya titik temu penyelesaian masalah. Untuk itu kedua pihak hendaknya saling menghargai satu sama lainnya. Pihak manajemen harus menjelaskan kondisi perusahaan apa adanya. Di sisi lain manajemen harus juga memertimbangkan kebutuhan-kebutuhan yang dituntut karyawan. Sementara pihak karyawan pun perlu menyadari kondisi perusahaan tanpa harus memaksakan aspirasi atau kehendaknya. Dengan demikian akan terjadi sinergis dari kedua pihak.

Proses yang sinergis sangat penting sebagai salah satu langkah menciptakan situasi menang-menang ke dua pihak. Untuk itu dalam manajemen aspirasi perlu digunakan norma-norma berikut: (1) kedua pihak khususnya para karyawan harus memahami kondisi perusahaan yang sebenarnya; (2) menerapkan budaya atau nilai-nilai organisasi; sekaligus menarik diri dari aspirasi yang diajukan jika tidak realistis dan bertentangan dengan sistem nilai; (3) membangun motivasi karyawan  agar perusahaan semakin maju yang pada gilirannya akan berimbas pada kesejahteraan karyawan; (4) perusahaan harus menjaga integritas para karyawan agar mampu menjaga eksistensi perusahaan; dan (5) pihak manajemen harus sudah siap memenuhi setiap aspirasi karyawan kalau memang dinilai sangat beralasan.