Tak dapat disangkal suasana lingkungan kerja bisa berfluktuasi. Terkadang cerah ceria namun di waktu lain seperti ada awan mendung. Ketika suasana kerja terbilang melemah bisa diduga ada sesuatu yang dirasakan kurang menyenangkan para karyawan. Antara lain adalah adanya gejala kondisi perusahaan sedang “sakit”. Hal ini dapat diindikasikan dari perputaran omzet yang melemah sampai kompensasi yang belum ada tanda-tanda akan meningkat. Dalam kondisi demikian maka cenderung para karyawan yang mungkin pula para manajer merasa pesimis melihat keadaan seperti itu.

         Sikap seseorang atau kelompok orang memegang peranan penting dalam menjalankan roda perusahaan. Sikap bicara tentang harapan. Tanpa ada harapan maka tak ada yang bisa dicapai. Karena itu semakin pesimis karyawan melihat keadaan perusahaan semakin merasa dirinya terancam untuk dikeluarkan. Sikap seperti ini bisa dikatakan sebagai keragu-raguan. Karyawan akan melihat mengapa sesuatu tak dapat dilakukan. Dan sekaligus melihat sesuatu tak mungkin bisa dilakukan. Umumnya kondisi seperti itu akan menyebabkan frustrasi. Sebaliknya dengan sikap optimisme.

        Optimisme merupakan sikap yang dapat memberi semangat pada disi sendiri atau pada orang lain. Stamina akan muncul untuk memerkuat kepercayaan diri yang sudah menurun. Karena itu pihak manajemen harus segera mengatasi terjadinya rasa pesimis di kalangan karyawan. Kalau sangat terlambat akan membuat suasana kerja semakin tak nyaman. Akhirnya kondisi seperti itu akan memengaruhi kinerja organisasi.

        Pihak manajemen hendaknya menjelaskan secara terbuka kondisi perusahaan yang sebenarnya. Berikut tentunya faktor-faktor yang memengaruhinya. Karyawan perlu diyakinkan bahwa kondisi perusahaan yang sedang menurun sifatnya sangat sementara. Kemudian dijelaskan bahwa perusahaan memiliki kekuatan untuk mengatasinya seperti  sumberdaya manusia yang bermutu, tersedianya bahan baku produksi yang cukup, tersedianya teknologi, dan masih terbukanya pengembangan segmen pasar. Karyawan perlu diberi semangat bahwa dengan kebersamaan semua permasalahan bisa diatasi dengan baik.  Tentunya sangat dihindari janji-janji yang tidak realistis.

      Dengan penjelasan dari manajemen maka diharapkan optimisme karyawan secara bertahap dapat bangkit. Pengembangan sikap optimisme akan menjadi remedi mengatasi rintangan pandangan yang dimiliki karyawan. Hal ini penting karena sikap optimis akan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap motivasi dan kepuasan kerja, dan kinerja karyawan.