Apa makna dari eksistensi karyawan di suatu perusahaan? Umumnya dicirikan oleh kinerja dan retensi. Sementara dari sisi pelanggan dicirikan pangsa jumlah pelanggan. Sementara dari sisi investor adalah reputasi perusahaan. Semuanya merupakan bentuk komitmen perusahaan agar mampu selalu eksis bertahan di pasar.. Lalu jenis kegiatan apa yang seharusnya dilakukan pemimpin perusahaan agar mampu meningkatkan komitmen karyawannya?

        Ketika era persaingan semakin keras maka perusahaan sepatutnya melakukan redefinisi bentuk komitmen karyawannya. Pola konvensional karyawan hanya bekerja secara rutin dan terserah pada kebijakan perusahaan saja seharusnya sudah mulai ditinggalkan. Hingga kini dikenal ada tiga tipe komitmen yakni komitmen afektif, normative, dan kontinyu. Komitmen afektif menekankan pada seberapa jauh karyawan bertahan pada suatu perusahaan berdasarkan keterikatan emosi, identifikasi dan keterlibatannya. Yang normative dicirikan dimana munsulnya komitmen karena ada kewajiban moral. Sementara yang kontinyu para karyawan akan kehilangan manfaat yang didapat sekarang dan akan mengeluarkan biaya tinggi jika keluar dari perusahaan.

        Untuk meningkatkan komitmen karyawan maka pimpinan perusahaan harus terus mengembangkan iklim kerja yang nyaman. Bentuknya mulai dari pemberian peluang untuk pelatihan dan pengembangan. Intinya agar karyawan dapat menambah pengetahuan,sikap dan ketrampilannya sesuai dengan kompetensinya. Bentuk ini sebagai langkah awal karyawan untuk meningkatkan kinerjanya sesuai standar perusahaan. Berikutnya perusahaan akan menggunakan kinerja sebagai langkah untuk pengembangan karir karyawan.

        Pengembangan karir dimaknai sebagai peluang bagi karyawan dalam menunjukkan jati dirinya. Ciri pengembangan karir yang adil, terbuka, dan tidak diskriminatif seharusnya mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Dan pada gilirannya karir mereka akan meningkat. Bisa diduga program pengembangan kinerja dan karir yang menarik akan menjadi unsur stimulus bagi karyawan dalam meningkatkan komitmen pada perusahaan. Tentunya antarjenis komitmen akan menjadi mediasi untuk meningkatkan  komitmen karyawan secara keseluruhan. Dalam jangka panjang yang memeroleh manfaat tidak saja karyawan tetapi juga perusahaan.