Kegiatan politik di dalam suatu perusahaan berdimensi tiga yaitu dilihat dari karyawan, manejemen, dan organisasi. Dari sisi karyawan politik dimaksudkan sebagai teknik atau taktik yang diterapkan para karyawan untuk mempengaruhi aturan dan peraturan manajemen.Misalnya gerakan yang dilakukan oleh serikat karyawan. Dari sisi manajemen, politik dipandang sebagi teknik atau taktik yang diterapkan para manajemen agar setiap aturan dan peraturan perusahaan dapat dilaksanakan para karyawannya. Sementara itu dilihat dari sisi organisasi,politik sebagai teknik atau taktik bagaimana semua aturan dan peraturan perusahaan dapat dilakukan semua komponen organisasi untuk mencapai tujuan organisasi tertentu.

        Dalam artian lainnya, politik dicirikan oleh adanya kekuasaan. Ia merupakan kekuatan intangible dalam suatu organisasi. Kekuasaan merupakan kemampuan potensial dari seseorang atau departemen dalam suatu organisasi untuk mempengaruhi orang lain atau dilakukan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kekuasaan dapat terjadi hanya di dalam hubungan antara dua atau lebih orang baik dalam hubungan horisontal maupun vertikal. Hal itu dapat terjadi ketika ada perbedaan pemilikan sumberdaya, derajat dependensi, dan individu yang memiliki kekuatan-pengaruh.

       Kekuasaan itu sendiri merupakan karakteritik personal. Artinya  bagaimana seseorang mampu mempengaruhi atau mendominsasi orang lain.Disinilah terkait dengan efektifitas MSDM stratejik. Dalam hal ini ada lima sumber kekuasaan yang mempengaruhi efektifitas MSDM yakni (1) Kekuasaan Legitimasi: wewenang yang diberikan organisasi,misalnya, kepada manajer, (2) Kekuasaan Imbalan: berasal dari kemampuan memberikan imbalan dalan wujud promosi, kenaikan gaji-upah, dan menghargai pada orang lain. (3) Kekuasaan Koersiv: wewenang menghukum atau merekomendasikan hukuman pada seseorang, (4) Kekuasaan Keahlian: berasal dari pemilikan ketrampilan dan pengetahuan yang lebih besar  tentang tugas yang dilaksanakan, dan (5) Kekuasaan Referen: berasal dari karakteristik individual seperti mengagumi manajer dan ingin seperti atau diindetikan sebagai manajer yang memiliki rasa penuh hormat dan kekaguman.

         Dalam prakteknya lalu munculah apa yang disebut sebagai klik. Ia merupakan  refleksi dari karakteristik struktur hirarki suatu organisasi. Di situ bisa jadi ada ”rebutan” kekuasaan dan wewenang. Konsep wewenang formal berhubungan dengan kekuasaan wewenang namun lebih pada aspek lingkup. Sementara wewenang merupakan suatu kekuatan untuk menghasilkan outcome yang diinginkan namun diformulasikan dalam bentuk hirarki formal yang dicirikan (1) wewenang adalah posisi organisasi tetap, (2) wewenang diterima bawahan, dan (3) wewenang berdasar hirarki vertikal.

         Apabila proses pengembangan kekuasaan dan wewenang, misalnya suksesi,  berjalan normal tanpa sikut menyikut, dan penyebaran intrik-intrik maka pengaruh politik terhadap MSDM stratejik akan efektif. Misalnya terjadilah suasana hubungan vertikal dan horisontal yang dinamis. Saling membantu dalam semangat kebersamaan. Dan pada gilirannya kinerja individu dan perusahaan akan semakin meningkat.