Lho kok boss (manajer) perlu dikelola? Apa maksudnya? Itu kan kurang ajar namanya. Bisa-bisa anda dipecat. Benarkah seperti itu? Tidak selalu. Itu sangat bergantung pada ragam faktor seperti tujuan mengelola boss, suasana bathin sang boss, dan  kualitas mengelola boss.

      Tujuan mengelola boss bisa macam-macam. Namun tujuan yang terbanyak adalah   agar boss terdorong meningkatkan suasana kerja yang nyaman seperti kondisi hubungan atasan bawahan yang harmonis, manajemen kompensasi yang adil, peningkatan ketrampilan, dan perbaikan lingkungan fisik. Bentuk manajemen boss cukup banyak seperti  memberi gagasan, saran dan usul kebijakan atau bahkan kritik. Tentunya semua bentuk itu harus bersifat rasional-realistis.

      Agar berhasil, anda dan  teman-teman perlu memahami sifat atau karakter boss, gaya kepemimpinannya, gaya hidupnya, dan bahkan hobynya. Semakin kuat sifat pemarah dan otoriter yang dimiliki sang boss memang semakin tidak mudahnya pengelolaan membuahkan hasil yang diharapkan. Ada kecenderungan keegoan dan resistensi sang boss akan muncul ketika dia merasa dikendalikan oleh bawahannya. Namun jangan putus asa. Dan bersabarlah. Beralihlah ke plan B, misalnya melihat dahulu suasana bathin sang boss apakah dia sedang "mood" atau sebaliknya. Tentunya carilah momen ketika dia sedang "mood". Dengan pendekatan kekeluargaan biasanya sang boss akan menerima masukan tentunya setelah lewat perimbangan-pertimbangan lebih dahulu.

       Kualitas mengelola boss juga memegang peranan penting. Siapkan gagasan anda yang bisa diterima secara masuk akal. Argumennya harus kuat, kalau perlu dukungan data. Ubahlah bentuk kritik menjadi masukan sehingga tidak ada kesan "menantang". Begitu pula cara penyampaiannya.Tidak perlu selalu berbentuk pengerahan masa.Tetapi dengan santun anda minta waktu  bertemu baik lewat surat maupun langsung lisan. Ketika bertemu  boss, anda harus mampu menjelaskannya dengan jelas dan jernih atau tidak emosi, dan percaya diri. Bangunlah suasana kekeluargaan dengan akrab.