Secara umum, paradigma diartikan sebagai seperangkat kepercayaan atau keyakinan dasar yang menentukan seseorang dalam bertindak pada kehidupan sehari-hari.Paradigma adalah ibarat sebuah jendela tempat orang mengamati dunia luar, tempat orang bertolak menjelajahi dunia dengan wawasannya atau semacam pandangan dunia. Apakah setiap individu karyawan atau bahkan pihak manajemen dalam suatu perusahaan tertentu menyadari mereka punya paradigma? Belum tentu.

         Tidak semua perusahaan memahami dan menyadari bahwa paradigma dapat membawa seseorang untuk mengarahkan perilakunya. Tidak disadari bahwa setiap individu pada dasarnya memiliki pola pikir, pandangan, wawasan, dan model mental masing-masing. Misalnya bisa jadi pihak manajer memiliki pandangan bahwa para karyawan bersifat tidak bertanggung jawab, malas, dan tidak berharga. Sebaliknya karyawan menilai bahwa mereka orang-orang yang bertanggung jawab, pekerja keras, dan bernilai tinggi. Pertanyaannya bagaimana semua komponen perusahaan harus memiliki paradigma yang sama tentang suatu pekerjaan termasuk para pelakunya.

        Paradigma kerja mengarahkan kegiatan setiap individu di perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dan tujuan individu karyawan. Walaupun tidak dapat dilihat dan tanpa disadari kehadirannya, paradigma sangat mempengaruhi kondisi lingkungan kerja. Contohnya, pada tahun ’70-an, para manajer industri kendaraan mobil Amerika memiliki paradigma yang menyebutkan ”pelanggan kami hanya tertarik dan peduli pada tampilan suatu mobil”. Lalu apa yang terjadi setelah pernyataan itu muncul?

        Hampir-hampir saja pernyataan seperti itu membuat rugi perusahaan mereka dimana perusahaan Jepang (pesaing) menampilkan kekuatan strategi pada keandalan mobil yang diproduksikannya. Apakah itu dilihat dari sisi mutu kendaraan, kemudahan pemeliharaan, ketersediaan suku cadang, tampilan selalu menarik, dan tentunya harga yang bersaing. Implikasinya tim kerja, pihak manajer, dan manajemen puncak industri mobil Amerika terdorong membentuk paradigma kolektif. Semua satu bahasa, satu langkah, dan satu tujuan. Paradigma mereka ditampilkan ke permukaan dan diterjemahkan oleh semua pelaku bisnis dalam perusahaan tersebut. Dengan paradigma dapat dicegah terjadinya kerugian-kerugian perusahaan melalui pendekatan kerja yang efisien. Pola kerja yang  sinergis antarunit di perusahaan dibentuk lewat sistem koordinasi yang efektif.