Pasti sejak masa kanak-kanak hingga dewasa bahkan kakek-kakek dan nenek-nenek, tiap orang pernah merayu. Merayu agar orang lain mau memenuhi permintaannya.Lalu orang tersebut menanggapinya.Bisa dipenuhi dan bisa tidak. Namun ada orang tanpa dirayu pun bersedia melakukan apa yang kira-kira dibutuhkan orang lain. Kepada atasan dia begitu sigap memenuhi kebutuhan bos walau tidak dirayu sekalipun. Kepada sang fakir miskin tanpa diminta pun dia bersedekah. Kepada sang selebriti pun, tanpa diminta atau dirayu, dengan sigapnya seseorang membantu dengan ramahnya.Sebaliknya bisa jadi ada rayuan dari sub-ordinasi belum tentu atasan memenuhinya. Merasa segan dan memang tidak memiliki kemauan memenuhinya. Contoh lain,seorang pria begitu tergila-gila pada sang gadis pujaannya. Tentunya dia tidak mau bertekuk lutut. Atau menyerah kalah. Karena begitu sayangnya, dia berupaya agar diterima di hati sang gadis yang terdalam. Tentunya dengan cara merayu. Syaratnya?,antara lain harus mengetahui secara mendalam tentang sifat-sifat sang gadis. Dan sang perayu harus menunjukkan kekuatan dirinya agar sang pujaan tertarik.

        Di sisi bisnis pertanyaan pertama ketika perusahaan akan memasarkan hasilnya adalah bagaimana merayu pelanggan atau konsumen untuk mau membeli produknya. Prinsip tentang cara sebenarnya sama saja ketika seorang merayu orang lain agar permintaanya terpenuhi. Perlu dilakukan survei perilaku pasar khusunya perilaku konsumen dan karakteristik segmen pasar tertentu. Setelah secara rinci diketahui maka pada tahap awal, apa dan bagaimana yang harus dilakukan agar konsumen tersentuh pada produk yang ditawarkan. Dengan kata lain bagaimana membuat mereka penasaran. Pada saat in seharusnya pihak pebisnis memberi informasi karakteritik lengkap termasuk keunggulan tentang produknya. Secara etika bisnis jangan sembunyikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon konsumennya. Misalnya efek samping produk tentang makanan, minuman, dan obat-obatan. Jadi resep pertama yang perlu dibuat adalah untuk berkomunikasi dengan pelanggan  yang menyenangkan maka perusahaan itu sendiri harus menjadi pebisnis yang menyenangkan.

        Untuk menjadi pebisnis yang menyenangkan maka perlu diterapkan taktik-taktik promosi yang elegan. Artinya antara pelaku dan produk yang akan dipromosikan harus memiliki kesepadanan. Pemasar harus sangat memahami produk yang akan dijual secara benar. Disamping itu perlu diungkapkan keuntungan-keuntungan kalau mengkonsumsi atau menggunakan produk yang ditawarkan. Bentuk diskon atau apapun namanya yang diutarakan janganlah sebatas janji. Tiada dusta kepada konsumen. Jadi resep pada tahap ini adalah membangun minat plus kepercayaan konsumen.

        Pada tahap berikutnya adalah bagaimana menumbuhkan minat yang menggebu-gebu di kalangan konsumen. Untuk itu kalau dianggap perlu konsumen perlu diberikan demonstrasi tentang keunggulan produk yang ditawarkan.apakah lewat media elektronik ataukah media cetak. Buktikan bahwa produk yang ditawarkan memang memiliki mutu tinggi dengan harga terjangkau konsumen. Harus tampil beda dengan produk sejenis. Resep jenis rayuan ini adalah berbentuk kepastian konsumen untuk siap-siap membeli produk yang ditawarkan. Kepercayaan mulai tumbuh dengan mencoba membeli produk. Kemudian muncullah persepsi dari penilaian terhadap produk bersangkutan. Dan ketika itu berlangsung maka akan muncul kepercayaan  terhadap perusahaan yang menghasilkan dan memasarkan produk tersebut. Lalu timbullah perasaan jatuh hati konsumen kepada produk yang ditawarkan.