Tak bisa dihindari, pemberlakuan ACFTA bagi Indonesia merupakan satu hal yang harus dihadapi. Tidak bisa hanya dengan dalih kita belum siap lalu “mengingkari” kehadirannya. Baik untuk pasar domestik dan lebih khusus pasar internasional perusahaan-perusahaan harus mereview dan mengubah strategi bisnisnya. Kecepatan perubahan suatu organisasi yang semakin tinggi semakin besar peluang memperoleh keuntungan. Disinilah manajemen stratejik termasuk di dalamnya yang menyangkut strategi sumberdaya manusia memegang peranan penting.

         Manajemen stratejik dapat lebih cepat dilaksanakan seperti lebih cepat masuk pasar global, lebih cepat berinovasi produk, lebih cepat melayani pelanggan, dan lebih cepat meraih efisiensi. Inovasi produk yang semakin dekat dengan kebutuhan pelanggan atau konsumen semakin menguntungkan kedua pihak. Ketika pelanggan semakin puas maka sudah dapat diduga perusahaan pun akan semakin besar keuntungannya. Pelanggan semakin percaya pada perusahaan yang secara taatasas bergerak cepat dan agresif dalam memasarkan produk ke pasar baru dan geografi baru. Dengan kata lain perusahaan semakin kukuh kedudukannya menghadapi para pesaing karena pangsa pasar semakin luas.

         Sementara itu percepatan perubahan dapat memberi semangat kepada para investor. Perusahaan yang bergerak lebih cepat akan membangun kepercayaan di kalangan investor dalam hal inovasi stratejik, inovasi produk, dan inovasi administrasi. Perusahaan yang mampu membagi deviden secara taatasas dan dapat diprakirakan, yang dengan cepat dapat meninjukkkan realisasi percepatan pertumbuhan, yang secara jelas memiliki identitas tentang kompetensi utama perusahaan, dan yang mampu dengan cepat membangun talenta, pola pikir maju, akuntabilitas, kolaborasi, dan kepemimpinan akan memberikan kepercayaan yang besar kepada investor.

        Dalam kaitan dengan perubahan strategi perusahaan tersebut maka dari sisi makro, pemerintah perlu memangkas jalur panjang birokrasi tentang perizinan usaha, ekspor, dan kemudahan pelayanan kredit. Sementara dari sisi mikro tiap bisnis seharusnya terus menerus mengembangkan sumberdaya manusia, riset dan pengembangan inovasi, teknologi produksi, teknologi  informasi dan perluasan pasar global. Kalau upaya perubahan strategi di tingkat makro dan mikro dilakukan secara terencana dan relatif  cepat maka posisi daya saing Indonesia di pasar global dan paling tidak di tingkat regional akan semakin kuat.

Iklan