Ada kikir materi ada juga kikir dalam hal berbagi ilmu pengetahuan. Bahkan bisa jadi sang manajer berbuat hal itu agar subordinasinya tidak boleh lebih pandai ketimbang dirinya. Khawatir kedudukan sosial dan kewibawaannya menurun. Kalau begitu apa yang bakal terjadi andai sang manajer kikir membagi ilmu dan pengetahuan kepada karyawannya? Bagaimana pula jadinya kalau manajer kikir memberi penghargaan kepada subordinasinya?

        Bisa diperkirakan suasana kerja kurang nyaman dan bahkan ujungnya kinerja unit berada di bawah standar perusahaan. Mengapa demikian? Hal pertama adalah karena ilmu dan ketrampilan yang dimiliki karyawan berjalan di tempat. Padahal karyawan yang maju atau yang senang dengan perubahan membutuhkan tambahan pengetahuan mutahir sejalan dengan perkembangan iptek. Dengan peningkatan pengetahuan sama saja dengan investasi sumberdaya manusia. Suatu ketika dengan investasi mereka memiliki aset untuk meningkatkan produktivitas kerjanya. Lalu return on human investment akan meningkat. Nah ini terjadi kalau salah satu sumber ilmu dan pengetahuannya datang dari manajer.

        Kalau manajer kikir dalam mentransfer ilmunya sama saja membuat wawasan dan ketrampilan karyawannya menjadi mandeg. Pola pikirnya selalu di dalam kotak yang ada. Kurang inovatif produktif. Jauh dari kemampuan berpikir sistem. Begitu pula kalau manajer kikir dalam memberi penghargaan kepada karyawan; sekalipun hanya dalam bentuk ungkapan terimakasih. Padahal penghargaan merupakan salah satu unsur investasi mental dalam menumbuhkan motivasi dan kepuasan kerja karyawan.

       Lagi-lagi kalau sang manajer kikir dalam pemberian penghargaan plus kikir dalam mengalihkan pengetahuannya maka lambat laun akan kehilangan kredibilitas kepemimpinannya. Dia tidak dijadikan panutan subordinasinya. Dia tidak menjadi simbol kemajuan bagi para karyawannya. Pada gilirannya maka proses pekerjaan di unit bersangkutan berjalan di tempat dan output tidak optimum. Dengan kata lain kinerja unit akan berada di bawah standar akibat sifat kikir dari sang manajer.

Iklan