Beberapa bulan belakangan ini, ada sebuah acara di salah satu media teve nasional yang konon memiliki rating tertinggi ketimbang acara-acara lain di semua teve. Tema utamanya adalah mencari jodoh. Di situ ditampilkan sederetan wanita untuk memilih mana pria yang dianggap paling cocok untuk menjadi pasangannya. Begitu pula ada sederetan pria yang akan memilih mana wanita pasangannya. Karena info yang lengkap termasuk personaliti seseorang relatif kurang maka tampaknya proses pemilihannya lebih menitik beratkan pada pertimbangan postur sang kandidat apakah cantik dan apakah ganteng. Kalau sudah ”deal” lalu pasangan melakukan pendekatan intensif untuk beberapa waktu lamanya. Kemudian pasangan tersebut akan dtampilkan dalam acara yang sama dan dinilai oleh pengunjung apakah mereka merupakan pasangan ideal atau bukan. Nah artikel ini cuma bicara tentang sisi cantiknya dari seorang wanita.

        Cantik itu ukurannya apa? Tidak mudah menerjemahkannya. Secara fisik bisa saja cantik itu dilihat dari raut wajahnya: oval, bulat atau lonjong? Hidungnya mancung, pesek atau bulat seperti terong? Matanya sipit, biasa atau belo-melotot dengan warna coklat atau biru? Ukuran tinginya pendek-sedang-jangkung, berat badannya kurus-ramping-gemuk?, Cara jalannya seperti peragawati, penari, olahragawati atau bahkan kaya POLWAN atau COWAD gagah.? Kulitnya putih kemerahan, putih keju, hitam kelam, hitam manis, kuning, coklat? Rambut mayang terurai, ikal, lurus, berwarna hitam, pirang atau bahkan yang ubanan? Ah cantik dilihat dari keragaan fisik saja begitu beragam ukurannya. Tiap orang pasti punya preferensi masing-masing. Dan bisa saja jadi perdebatan tak berujung.

         Saya tidak tahu apakah ukuran cantik di dalam (kepribadian) juga preferensinya berbeda-beda. Rasanya sih hampir sama. Umumnya kaum adam bersepakat kalau punya pacar dan nantinya jadi pasangan hidup wanita yang dipilihnya harus memiliki ciri-ciri ramah, komunikatif, nyambung, cerdas, lembut, dewasa, setia, jujur, pengertian, tanggung jawab etc..etc…sempurna. Nah untuk yang beragam tetapi komplit ini tidak mudah mendapatkannya. Tidak utuh. Ada saja seorang wanita dinilai orang tertentu memiliki beberapa ”kekurangan” tetapi orang lain menganggap itu ”kekuatan”. Karena itu butuh proses dan sekaligus waktu serta kesabaran untuk memahaminya. Mengapa?

        Mencari dan membentuk pribadi seseorang yang kita kehendaki pasti butuh waktu panjang. Bukan seperti mau memproduksi barang industri. Sehari juga suatu produk tertentu bisa dibuat sesuai dengan selera dan permintaan. Mengembangkan kepribadian membutuhkan perjuangan untuk saling mengetahui, memahami dan mengerti karakter satu sama lainnya. Dalam perjalanan mungkin terjadi fluktuasi kehangatan atau malah benturan keegoan dan kebakaran cinta. Itulah suatu dinamika sekaligus juga romantika. Tahan atau tidak kita menghadapinya? Celakanya sang turunan Adam sering tidak mampu bersabar. Inginnya serba cepat jadi. Instant konon istilahnya. Makanya sering terpeleset dan kecele. Nah siapa sih yang tidak ingin punya wanita cantik luar-dalam? Wow….semoga Anda, hai anak muda atau jomblo, bisa mendapatkannya.