Sudah hampir sebulan ini Pansus Hak Angket DPR tentang Kasus Bank Century bekerja. Hampir tiap hari diadakan acara rapat terbuka untuk mendengarkan informasi dari berbagai kalangan yang langsung maupun tidak langsung ada hubungannya dengan kasus. Sekaligus sebenarnya dengan penyelidikan. Dalam rapat terbuka yang disiarkan luas oleh media televisi dan radio itu tentunya terjadi diskusi mulai dari sekedar yang bersifat menggali informasi sampai berdebat dengan saksi periksa dan nara sumber. Bahkan perdebatan antaranggota pansus sesekali juga terjadi. Ada yang elegan dan ada yang asal ngomong. Ada anggota yang bertanya layaknya sebagai penyidik dengan nada marah-marah dan ada yang santun dan elegan.

         Gambaran seperti yang terjadi di dalam rapat terbuka pansus tersebut mengingatkan saya pada cerita lucu seperti ini (Ketawa.Com; modifikasi dari Fikar, 13 Januari, 2006). Ada seorang turis asing yang sedang belajar Bahasa Indonesia merasa bingung, mengapa orang Indonesia, jika menjawab pertanyaan itu berbeda-beda seperti yoi, ya, dan ya begitulah. Lalu, ia bertanya kepada seorang pejabat, "Bagaimana cara membedakan yoi, ya, dan ya begitulah?"

         Kemudian, pejabat itu dengan yakinnya menjelaskan, "Kalau jawabannya yoi, orang tersebut kurang berpendidikan; kalau iya, orang itu tamatan SMA; dan kalau jawabannya ya begitulah, berarti ia sarjana.""Oh, gitu, ya?", kata sang turis."Yoi!!", jawab sang pejabat.

        Konon di muka bumi ini terdapat beragam orang yang memiliki derajad “ketahuannya”. Ada orang yang memang tahu persis tentang sesuatu; Ada orang yang tahu bahwa dia tidak tahu; Juga ada orang yang tidak tahu atau tidak sadar padahal sebenarnya dia tahu; Selain itu ada yang tidak tahu akan ketidak-tahuannya. Yang gawat adalah orang yang sok dan ngotot tahu tentang sesuatu padahal tidak tahu. Sifatnya itu bahkan cenderung suka meremehkan orang lain. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong (an-Nahl; 23).