Belum lama ini saya mendapat sebuah buku baru berjudul HR Transformation dari Bung Sadikin, mahasiswa bimbingan saya, program doktor Manajemen Bisnis IPB. Buku terbitan tahun 2009 yang ditulis Dave Ulrich bersama Justin Allen, Wayne Brockbank, John Younger, dan Mark Nyman itu menyajikan tulisan bagaimana suatu bisnis tidak saja menghadapi tantangan dari dalam perusahaan namun juga dari luar. Tantangan terhadap bisnis semakin ruwet saja ketika ada tekanan dan perubahan dari luar perusahaan seperti kondisi ekonomi, globalisasi, teknologi, persaingan, pelanggan dan demografi.

        Dalam situasi tantangan eksternal seperti itu pimpinan perusahaan harus mencari terobosan inovasi untuk mengelola pertumbuhan perusahaan baik jangka pendek maupun panjang. Sementara, sejalan dengan tuntutan eksternal itu, para pelaku professional SDM harus mentranformasi cara bagaimana mereka bekerja. Tranformasi mendasar itu semestinya berfungsi dalam hal bagaimana menempatkan departemen SDM diorganisasi sebagai pusat pelayanan, pusat keahlian, dan bagaimana SDM berada. Kemudian praktek-praktek SDM dirancang, dipadukan, dan diselaraskan dengan kebutuhan perusahaan; dan bagaimana kalangan professional SDM harus disiapkan sehingga mereka dapat berkontribusi semakin efektif.

        Di masa depan, SDM harus mempunyai hubungan fungsional yang dekat dengan para pemimpin bisnis. Dalam hal ini karyawan dapat berkesempatan berhubungan dengan para pelanggan, investor, para pemimpin masyarakat bisnis di luar. Keberhasilan SDM yang baik tidak diukur dari kegiatannya tetapi dari kapabilitas keorganisasiannya. Untuk itu para penulis menawarkan pedoman spesifik untuk mentransformasi departemen atau fungsi SDM, praktek SDM, dan professional SDM. Fokus pedoman ini merancang kembali, merekayasa, dan meningkatkan profesi SDM. Selain itu diungkapkan tentang peran spesifik untuk para manajer, professional SDM, karyawan, dan para ahli dalam mentransformasi peran SDM. Telaahan di buku ini semakin menarik karena dilengkapi dengan contoh-contoh studi kasus.

        Sebenarnya uraian tentang pentingnya memertimbangkan pengaruh faktor luar terhadap organisasi sudah banyak diungkap. Dalam konteks SDM dikenal sebagai Manajemen SDM (MSDM) Stratejik. Bentuk MSDM ini dikenal sebagai upaya pendekatan strategis dalam mengembangkan pendekatan manajemen personalia. Seperti diketahui manajemen personalia lebih fokus pada pembenahan SDM dalam segi-segi praktis dan rutin seperti masalah cuti, kedisiplinan kerja, rekrutmen, seleksi, pelatihan sampai pemutusan hubungan kerja. Faktor-faktor luar tidak menjadi konsiderasi utama perusahaan. Tidak berpikir strategis bagaimana meningkatkan mutu dan person SDM ke depan.

      Sementara MSDM stratejik tidak saja berpikir ke dalam tetapi juga keluar perusahaan. Seperti halnya buku ini, faktor-faktor seperti tekanan ekonomi, sosial, politik, budaya, dan pasar kerja juga dipertimbangkan ketika menyusun program MSDM. Namun demikian tidak sampai secara terinci merumuskan tentang remedi SDM seperti yang ditulis dalam buku ini. Buku ini secara panjang lebar menawarkan tentang konteks SDM dan bisnis (mengapa), outcome dari transformasi SDM (apa), perancangan kembali SDM (how), dan akuntabilitas SDM (who). Sehubungan dengan transformasi SDM pula maka diharapkan karyawan tidak semata-mata sebagai operator atau staf tetapi juga sebagai mitra dalam menerapkan strategi perusahaan, ahli administrasi, karyawan unggul, dan sebagai agen perubahan.

Iklan