Beberapa pengalaman dan kesan selama aktif berblog menunjukkan  bahwa ketika seseorang akan menerima inovasi baru tidak selalu diawali dengan  rasa ingin tahu. Bahkan sebaliknya yakni bisa jadi berupa keengganan, kecurigaan, dan resistensi. Namun  dengan intervensi dari luar berupa pelatihan, penerangan atau penyuluhan bahkan dengan rayuan ”maut” maka mulailah timbul tahapan perubahan sikap seseorang ala model AIDDA  yakni attention, interest, desire, decision, and action. Perjalanan proses pembuatan blog memiliki motif dan langkah-langkah proses yang tampaknya sistematis seperti: karena adanya dorongan kuat dari orang lain; mulai memelajari blog orang lain; lama kelamaan memahami blog itu memiliki ada kegunaan; kemudian mencoba menulis dalam blog; lalu artikel memproleh respon dari pembaca; muncul upaya merespon kembali; dan terus menulis lagi sampai sekarang.

       Jadi blog yang dibuat pasti melalui perkembangan dengan beberapa tahapan: pertama diajak tapi tak peduli; terus mendengar dan mendengarkan penjelasan; dibarengi dengan melihat; mulailah tertarik untuk mencoba; secara bertahap tumbuhnya kesadaran; tumbuhnya minat; tumbuhnya keinginan menggebu atau motivasi tinggi; barulah melakukan aksi buka blog; lalu karena memeroleh respon pembaca maka makin terasa manfaatnya; jadilah peningkatan motivasi yang kontinyu; dan mengasyikkan serta banyak faedahnya.

        Dalam upaya berbagi pengalaman dan manfaat yang diperoleh dari ngeblog maka ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan oleh seseorang yang berminat membuka blog yakni (1) mulailah menumbuhkan rasa ingin tahu; (2) tumbuhkan minat dengan banyak membuka blog orang lain; (3) konsultasi kepada yang berpengalaman; (4) merancang blog: tema, isi, dan tampilan; (5) cobalah mulai membuat blog; (6) mengisi blog secara bertahap namun reguler; (7) memerkaya frekuensi dan mutu isi blog; dan (8) memromosi blog semata-mata untuk syiar kebajikan secara bersinambungan.

        Perjalanan keberadaan sebuah blog seperti ronawajah insya Allah akan tetap panjang. Tentunya sejauh sang penulis-pengasuhnya masih diberi usia pengabdian. Selain itu dia harus punya motivasi dan komitmen yang kuat pula. Mengapa? Karena pada dasarnya mutu keberadaan intrinsik individu disamping berkait dengan kapabilitasnya juga berkait dengan perkembangan ekstrinsik yang begitu dinamisnya. Belum lagi di dalam blog terdapat pesan pentingnya syiar kebajikan dan pembelajaran. Sementara diyakini setiap proses tersebut semestinya tak pernah kenal kata henti. Batas waktu syiar dan belajar adalah syiar dan belajar itu sendiri.

Iklan