Dalam minggu ini saja telah terjadi dua orang pemuda yang diduga bunuh diri di dua mal mewah Jakarta. Hampir setiap hari saya mendengar berita di beberapa saluran televisi nasional terjadinya ledakan bom bunuh diri di kota Bagdad Irak. Sementara di Afghanistan terjadi perang antara tentara pemerintah dan pemberontak Taliban. Bom bunuh diri di Bagdad dikabarkan dilakukan oleh kelompok Suni yang menyerang pemukiman Syiah. Sementara di Afghanistan di antara kelompok islam sendiri.

       Di saluran televisi nasional pula, tahun lalu saya melihat seorang anak laki-laki meninggal bunuh diri setelah dinasehati ibunya untuk jangan merokok. Sementara beberapa berita lainnya yang pernah muncul ada anak yang bunuh diri karena malu tidak mampu membayar SPP. Dan seorang isteri berbuat sama karena terhimpit kemiskinan dan setelah bertengkar dengan suaminya. Nah, yang ini lain lagi. Ada model percobaan bunuh diri yang unik di Oregon Amerika Serikat. Seorang laki-laki karena depresi berat tega menenggak minuman keras sambil menembakan paku ke kepalanya. Sebanyak 12 paku bersarang di antara tulang mata dan tulang hidungnya. Namun tidak bertahan lama. Setelah setahun karena sakit kepala yang serius si pemuda berusia 32 tahun itu lalu datang ke rumah sakit. Akhirnya jiwanya tertolong lewat operasi.

      Contoh-contoh bunuh diri atau percobaan bunuh diri diatas dilakukan secara sengaja oleh pihak bersangkutan. Latar belakangnya bisa berupa keputusasaan hidup dan depresi karena terhimpit masalah kemiskinan, rasa tak berguna, rasa malu dan dipermalukan, refleksi protes dan heroisme. Semuanya karena kurang beriman dan bertakwa. Diduga semua pelaku bunuh diri melakukannya untuk diri sendiri. Biarlah yang bersangkutan yang merasakannya. Tetapi itu tidak benar. Coba kita lihat kalau ada orang yang bunuh diri pasti keluarganya, kerabatnya, dan sahabat-sahabatnya akan merasa sangat kehilangan dan tentunya sedih. Bahkan kalau yang bunuh diri seorang suami berarti isteri dan anak-anaknya bakal terlantar. Apalagi bom bunuh diri. Tidak saja si pelaku yang terkena musibah tetapi juga orang-orang yang tak berdosa yang turut terluka atau mati karena terkena ledakan bom tersebut.

      Bunuh diri sama saja dengan menyia-nyiakan titipan yang paling berharga dari Allah..…….Dan janganlah kamu membunuh dirimu ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu (an-Nisaa; 29). Setiap manusia dilahirkan dan berfungsi untuk beribadah. Dia harus mampu berbuat yang terbaik untuk diri dan lingkungannya. Balasannya di akhirat nanti adalah surga. Karena itu bunuh diri sama saja dengan tidak menyukuri nikmat Allah. Bahkan mengabaikan fitrah. Melawan nasib. Hukumnya dosa. Kecuali…GOL!! bunuh diri dalam pertandingan sepak bola. Paling-paling dicaci-maki atau dilempari telur atau tomat busuk oleh para pendukungnya.

Iklan