Unsur terpenting dalam meraih keberhasilan pengembangan masyarakat disamping unsur modal alam, teknologi, kelembagaan, modal manusia adalah unsur modal sosial seperti saling percaya sesama anggota masyarakat, empati sosial, kohesi sosial, kepedulian sosial, dan kerjasama kolektif.. Karena itu diperlukan penguatan modal sosial dan modal manusia atau sumberdaya manusia.

         Penguatan modal sosial dapat dilakukan melalui pendidikan agama, sosialisasi keluarga, teladan pemimpin, pemeliharaan dan pengembangan institusi sosial, sosialisasi dan internalisasi pentingnya modal sosial, pengembangan komunikasi informasi, dan mengakomodasi informasi melalui proses penyaringan kemanfaatannya. Dalam prakteknya, pengembangan masyarakat membutuhkan pendamping yang berfungsi sebagai.analis masalah, pembimbing kelompok, pelatih, inovator, penggerak, dan penghubung. Prinsip bekerjanya adalah (1) kerja kelompok, (2) keberlanjutan, (3) keswadayaan, (4) kesatuan khalayak sasaran, (5) penumbuhan saling percaya, (6) prinsip pembelajaran bersinambung, dan (7) pertimbangan keragaman potensi khalayak sasaran..

        Agar supaya pendamping dapat berperan optimum maka dibutuhkan pengembangan mutu sumberdaya manusianya melalui pelatihan partisipatif berbasis pendidikan orang dewasa yang terdiri dari metode penilaian perdesaan secara partisipasi, pengembangan masyarakat, kepemimpinan dan manajemen, analisis sosial dan perumusan program, kerja dalam kelompok, tugas-tugas pendamping sebagai pemfasilitasi, peraturan dan kebijakan pembangunan, dan teknis produksi dan pemasaran hasil.

        Proses pelatihan dilaksanakan dengan model partisipatif berbasis kompetensi. Pendekatannya menggunakan model belajar untuk Pendidikan Orang Dewasa (POD). Intinya adalah dengan pendekatan andragogy yaitu sistem belajar umpan balik bagi peserta sehingga mampu menguasai, memahami materi latihan dan memraktekannya. Evaluasi seluruh proses pelatihan oleh pendamping berguna untuk pembelajaran mereka dalam kegiatan pelatihan berikutnya. Untuk itu dibutuhkan tenaga instruktur yang kompeten, kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan khlayak, dan fasilitas pendukung yang cukup.

        Selain dalam bentuk pelatihan maka diperlukan cara pengembangan mutu SDM pendamping dengan membentuk forum pendampingan. Tujuannya membangun sinergitas antarpelaku pengembangan masyarakat, peningkatan kemampuan masyarakat, pengembangan akses kebutuhan pengembangan masyarakat, dan peningkatan kemampuan dan kapasitas pendamping. Peran pemerintah daerah dengan semangat otonomi daerahnya, sebagai pemfasilitasi program forum, sangat dibutuhkan.

Iklan