Setiap program pengembangan organisasi (perusahaan) oleh karyawan (manajemen dan non-manajemen) bukanlah barang baru. Dalam melaksanakan program tersebut, karyawan harus memiliki mutu sumberdaya manusia yang tinggi. Tidak mungkin tanpa menggunakan modal manusia yang bermutu, tujuan perusahaan akan tercapai. Begitu pula diperlukan modal sosial untuk memercepat proses dan mutu hasil pengembangan organisasi. Kedua sumberdaya tersebut memiliki keunikan masing-masing. Perbedaan kedua faktor tersebut dapat dilihat dari sisi fokus, ukuran, output, dan model.

        Fokus modal (sumberdaya) manusia dalam pengembangan organisasi terletak pada potensi perorangan di organisasi bersangkutan; misalnya dalam hal mutu sumberdaya manusia. Sementara sebagai modal social suatu organisasi, fokusnya terletak pada hubungannya dengan jejaring sosial yang dibentuk organisasi. Basisnya adalah saling percaya di antara individu. Hal ini menjadi modal dalam membangun kerjasama dan solidaritas.

        Pengukuran modal manusia jauh lebih mudah ketimbang modal sosial. Ukuran dari modal manusia bisa dilihat dari lamanya sekolah,  kualifikasi, dan kompetensinya. Termasuk dapat diukur kinerjanya yang merupakan fungsi dari mutu sumberdaya manusianya. Sementara ukuran modal sosial dilihat dari gambaran abstrak tentang sikap (nilai), partisipasi dan kepercayaan. Dan sering dilihat dari gambaran sejauh mana modal sosial, misalnya kekuatan jejaring sosial ekonomi mampu mengembangkan program pengembangan organisasi.

        Output dari pengembangan ditinjau dari modal manusia adalah pendapatan dan produktifitas; dan tak langsung berupa kesehatan dan kegiatan sosial di lingkungan organisasi. Namun modal sosial pun bisa berdampak pada ekonomi masyarakat. Misalnya kohesi social akan mampu memerkuat jejaring sosial sehingga dapat memerlancar usaha-usaha ekonomi bisnis masyarakat sekitarnya. Begitu pula pelatihan dapat berpengaruh terhadap produktifitas kerja namun juga bisa meningkatkan kemampuan seseorang dalam membangun jejaring sosial.

       Sebagai model, modal manusia sangat terkait dengan keberhasilan investasi. Secara langsung pengaruhnya dapat dilihat dalam meningkatkan pendapatan bisnis. Sementara model modal sosial tidak mudah melihat dampaknya terhadap pengembangan organisasi. Yang lebih menonjol adalah terjadinya proses interaktif antarkomponen karyawan secara sirkular. Pengaruhnya adalah dalam memerkuat model pengembangan elemen modal sosial yang ada.

Iklan