Seperti tahun-tahun sebelumnya, mudik bareng berbagai kelompok masyarakat dari kota-kota besar seperti Jakarta semakin marak saja. Kalau sebelumnya diketahui ada kelompok penjual jamu gendong yang disponsori oleh perusahaan jamu terkenal (gratis), kini sudah melebar ke kelompok profesi lainnya. Pernah ada kelompok penjual mie rebus dan mie tek-tek dan kuli bangunan. Ada juga yang berasal dari daerah yang sama. Mereka semua menggunakan bis sewaan. Bergembira ria menuju kampung halaman.

        Kemudian semakin mudahnya persyaratan membeli motor maka alat ini pun menjadi salah satu sarana pulang mudik. Sampai-sampai kelompok pengendara motor yang menggunakan jalur utara dan selatan harus dikawal oleh polisi sampai kota Cirebon. Walau sudah dilarang ada saja dalam satu motor ditumpangi sampai empat orang (anak dan isteri). Bahaya memang. Saya pribadi sangat tidak menganjurkannya. Tetapi apa boleh buat. Sepertinya tidak banyak pilihan.Terpenting semua dalam suasana gembira. Yang pokok selamat sampai di kampung halaman. Tujuannya cuma satu; mudik lebaran untuk bersilaturahmi dengan keluarga tercinta. Sudah menjadi tradisi kuat dan ritual sosial. Subhanallah …betapa nikmah dan indahnya ikatan bathin mereka. Itulah harta mulia.

       Hati-hati di jalan mas dan mbak. Jangan lupa berdoa dan hindari kebut-kebutan. Semoga sekeluarga tiba selamat di tempat tujuan. Selamat Idul Fitri 1430 H. Amiin

Iklan