Tidak dinyana feomena yang terjadi tiga tahun lalu dalam suasana ramadhan terulang lagi. Belakangan ini konsumen di salah satu daerah provinsi di Jawa  dihebohkan oleh beredarnya daging golonggongan. Daging jenis ini berisi kandungan air berlebihan; di atas standar. Sebelum disembelih, sapi diberi minum air secara paksa. Hak asasi hewan dilanggar. Tujuannya agar ketika daging sapi ditimbang akan lebih berat dari ukuran normal. Harga jenis daging itu lebih rendah dari daging murni. Walaupun demikian derajad susut daging golonggongan bisa mencapai 30% sesudah dimasak. Konon ayam yang sudah dipotong pun bisa diperlakukan serupa. Yakni disuntik air di bagian paha dan dadanya.

        Semua jenis daging di atas dikatagorikan oleh MUI sebagai bangkai karena prosesnya tidak wajar dan mendatangkan berbagai penyakit. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (an-Nahl; 115).

        Untuk mengelabui dan mengaburkan konsumen dalam membedakan mana daging murni dan mana yang golonggongan tidak digantung seperti biasanya, tetapi diletakkan di atas meja jualan. Karena kalau digantung bakal ketahuan dari adanya tetesan air dari daging yang tergantung. Sementara daging ayam ditata sedemikian rupa dengan kepala di bawah (posisi nungging). Anehnya para pedang daging itu tidak dikenai tindakan hukuman,hanya peringatan saja.

        Ada saja akal sebagian kecil pedagang untuk meraih keuntungan lebih besar dari ketidaktahuan konsumen. Setelah konsumen tahu lalu banyak yang tidak mau membeli daging golonggongan. Akibatnya pedagang lain yang jujur berjualan, terkena getahnya. Omsetnya jelas menurun. Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (al-Mutaffifiin; 83). Saya percaya pedagang ‘nakal’ itu akan berubah untuk berbisnis secara wajar dan halal melalui pembinaan intensif. Semoga Allah mengampuni mereka. Amin.

Iklan