Menjadi pelaku organisasi yang profesional tidak dilahirkan secara alami melainkan dibentuk. Seperti tumbuhnya kepemimpinan, pelaku yang akan menjadi profesional juga harus melalui beberapa tahapan. Dilakukan secara terencana. Mulai dari tahap pengenalan tentang organisasi dan dunia kerja sampai pada tahap penerapan otonomi dalam pengambilan keputusan. Mulai dari karyawan sampai ke manajemen puncak. Namun bukan berarti kemampuan dan sikap profesional harus menunggu dahulu sampai yang bersangkutan menjadi manajer, direktur bahkan manajemen puncak.

           Profesionalisme dapat terjadi pada setiap tingkatan atau posisi pekerjaan seseorang asalkan dilakukan secara terencana. Misalnya seorang petugas kebersihan gedung-gedung bertingkat seharusnya memiliki kebanggaan yang sama dengan seorang direktur di gedung perkantoran itu karena masing-masing memiliki profesionalisme di bidangnya. Hal itu dapat dilakukan melalui jalur organisasi dan jalur pribadi yang bersangkutan.

  • Jalur organisasi: diprogramkan oleh organisasi dalam bentuk: pendidikan     dan pelatihan, konsultasi dan bimbingan, pengembangan iklim penuh dengan ’tantangan’, pengembangan iklim inovatif dan kreatif yang kondusif, pengembangan kebebasan karyawan menyampaikan gagasan cerdas, pemberian otonomi pada subordinasi, membangun kelompok mutu, membangun keserasian hubungan-koordinasi vertikal dan horisontal, pengembangan manajemen kinerja, dan pengembangan manajemen kompensasi dan promosi.
  • Jalur individu : diprogramkan oleh setiap individu dalam bentuk: o Meningkatkan kemauan belajar melalui pendidikan-pelatihan formal dan informal secara bersinambung, o Melatih bersikap-berpikir positif, o Mengembangkan perilaku disiplin,o Meningkatkan sifat rasa ingin tahu, dan o Melakukan penilaian diri secara bersinambung.

           Ketika dunia bisnis dihadapkan pada tantangan-tantangan persaingan ketat maka sumberdaya manusia pelaku organisasi harus mampu menghadapinya. Terjadinya turbulensi global yang memengaruhi kesehatan organisasi seharusnya mendorong setiap pelaku organisasi profesional mampu mencari terobosan jalan keluarnya. Secara profesional, misalnya inovasi manajemen berupa restrukturisasi organisasi, reposisi karyawan, efisiensi pembiayaan, dan teknologi dapat diciptakan. Karena itu tidak saja dibutuhkan sikap responsif dan sensitifitas namun juga perilaku inovatif dari para pelaku profesional terhadap masalah-masalah internal dan eksternal perusahaan.

Iklan