Ciri-ciri mutu SDM, misalnya dalam proses produksi, dapat dilihat dari berbagai prespektif yakni input, proses dan output: Input mutu SDM yang tersedia (perspektif pertama) sangat menentukan mutu SDM pada kegiatan proses (perspektif kedua); Dua perspektif pertama dan kedua (input dan proses) sangat menentukan keberhasilan ouput produksi (produktivitas kerja). Berikut disajikan suatu ilustrasi tentang bagaimana tingkat pendidikan dan pengetahuan karyawan tertentu mampu melahirkan daya prakarsa, kreativitas dan inovatif di dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga potensi nyata ini mempengaruhi produktivitas kerjanya. Dapat dikatakan bahwa potensi awal karyawan yang masih bersifat potensial (pasif) menjadi unsur riil ketika dimanfaatkan dalam suatu proses produksi, dengan dukungan faktor lain. Unsur riil inilah yang merupakan input berikutnya yang mampu menciptakan suatu produktivitas kerja, ceteris paribus.

(1) Input, mencakup unsur: a. Tingkat pendidikan dan pengetahuan (kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual);b. Sikap atas pekerjaan, produktivitas sebagai sistem nilai, etos kerja, persepsi, motivasi, dan sikap akan tantangan.;c. Tingkat keterampilan manajerial dan operasional, kemampuan berkomunikasi, dan termasuk kepemimpinan.;d. Daya inisiatif, kreativitas dan inovatif.;e. Kepemimpinan manajerial, teknis-mutu dan kelompok.;f. Tingkat pengalaman kerja.;g. Tingkat kedisiplinan.;h. Tingkat kejujuran.;i. Tingkat kesehatan fisik dan mental kejiwaan.

(2) Proses, mencakup;a. Kerjasama secara harmonis sesama rekan kerja dan atasan.;b. Bekerja dalam sistem yang total.;c. Perubahan (peningkatan dan pengurangan) motivasi kerja.;d. Kejadian konflik horisontal dan vertikal.;e. Frekuensi daya prakarsa, kreativitas dan inovatif.;f. Frekuensi dan ketepatan waktu kehadiran kerja.;g. Tingkat keselamatan dan keamanan kerja individu.;h. Tingkat kesehatan kerja.;i. Tingkat kerusakan mutu produksi.;j. Tingkat efisiensi kerja.;k. Tingkat komitmen kerja.

(3) Output meliputi;a. Pencapaian standar produktivitas kerja.;b. Pencapaian standar kinerja organisasi( produksi, biaya dan keuntungan),;c. Pencapaian omzet penjualan.;d. Kesejahteraan karyawan.

Sementara itu, manajemen puncak dituntut untuk memiliki keterampilan dan tanggungjawab kepemimpinan mutu yang lebih tinggi, dengan memenuhi karakteristik berikut:

(1) memiliki visi masa depan dan kemampuan untuk merealisasikannya,

(2) percaya diri yang besar bahwa dibalik kesulitan akan datang kemudahan asalkan tiap usaha dilakukan secara terencana dan terprogram dengan baik,

(3) mampu menumbuhkan peran saling percaya dan semangat kebersamaan di kalangan karyawan,

(4) peduli dan tanggap terhadap tiap ubahan serta segera mampu menghasilkan gagasan baru untuk tampil beda, dan

(5) mampu menjual gagasan selain mampu memperluas jaringan produk barang dan jasa. Semua itu merupakan ciri mutu SDM seorang pemimpin.

            Terkait dengan mutu SDM, masalah mutu produk (barang dan jasa) sebagai unsur kekuatan daya-saing pelaku ekonomi masa kini dan masa depan tidak dapat diabaikan lagi. Jepang misalnya, setelah Perang Dunia II tampil sebagai pemimpin mutu produk di pasar internasional. Kelebihan Jepang adalah pada mutu SDM yaitu kemampuannya untuk menemukenali beberapa strategi baru dalam melakukan pengubahan spektakuler pada penanganan mutu produk. Jika dikaitkan dengan pengefektivitasan kelembagaan tampaklah bahwa strategi yang diterapkan dalam pengendalian mutu antara lain adalah: (1) manajer puncak secara personal terlibat langsung di dalam memimpin proses pengubahan, (2) semua personal dari semua tingkatan dan fungsi dari stuktur kelembagaan dilatih untuk mengelola mutu produk, (3) peningkatan mutu dilaksanakan dengan kecepatan tinggi serta berlanjut, dan (4) semua karyawan diikutsertakan dalam proses peningkatan mutu melalui konsep gugus kendali mutu. Dengan kata lain, semua strategi peningkatan mutu produk akan berhasil jika didukung oleh strategi peningkatan mutu SDM yang andal. Untuk itu, perusahaan harus menerapkan prinsip-prinsip manajemen mutu sumberdaya manusia (MMSDM) berbasis ilmu pengetahuan secara bersinambung.

Iklan