Tepat jam 20.30 hari ini, selama satu jam, semua lampu di rumah saya dimatikan. Termasuk saya menghimbau penghuni rumah kosan yang saya kelola di beberapa tempat juga mematikan lampu. Lalu saya mencoba melihat sekeliling rumah untuk melihat apakah melakukan hal yang sama. Apa yang terjadi? Hanya beberapa gelintir saja penghuni rumah yang mematikan lampunya. Sebagian lainnya, apakah itu rumah, warung, dan restoran,  tetap saja terang benderang. Begitu pula  lampu jalan. Lalu saya kirim sms ke beberapa teman di beberapa lokasi untuk menanyakan kondisi earth hour. Kata mereka sama saja, sebagian terbesar tidak mematikan lampu. Mungkin sebagian dari mereka ada yang  tidak mengetahui, kurang memahami, dan kurang peduli terhadap himbauan.

 

Himbauan sebenarnya merupakan langkah yang diposisikan sebagai membangun kesadaran diri. Dalam konsep pengembangan diri, kesadaran diri ditempatkan sebagai suatu kecerdasan sekaligus sikap. Yakni bagaimana dengan kesadaran diri sebagai langkah pertama dan utama, seseorang mampu mengelola dirinya secara optimum. Kesadaran diri merupakan  suatu sikap positip yang kemudian diterjemahkan dalam keseharian perbuatan nyata. Kalau kesadaran diri hanya mengandalkan pada himbauan namun tidak mempan; lalu apakah perlu pilihan tindakan lain?

 

Dalam prakteknya karena bersifat himbauan maka tidak ada resiko hukuman bagi mereka yang tidak memenuhinya. Sementara paksaan lebih pada kewajiban. Kalau dilanggar maka hukum akan berbicara. Pada konteks siklus tingkat kedewasaan masyarakat maka bagi mereka yang masih belum dewasa maka instruksi atau “paksaan” menjadi alatnya. Atau demi kepentingan khalayak yang lebih luas maka paksaan juga akan menjadi alat yang lebih ampuh ketimbang hanya himbauan.

 

Masih ingat tentang Perda yang menyangkut larangan merokok  di beberapa lokasi di Jakarta? Maka mereka yang melanggarnya dikenai hukuman. Begitu juga yang terjadi di Singapura yang dikenal masyarakatnya berperilaku disiplin. Sementara suatu masyarakat yang tingkat kesadaran dalam berkehidupan sosialnya tinggi maka setiap ada kebijakan cukup hanya dengan himbauan. Kembali dengan fenomena  earth hour ini, ternyata himbauan (via koran, radio, televisi, dan internet) kurang memiliki pengaruh dalam menciptakan kepatuhan. Lain lagi kalau itu sebagai suatu paksaan. Maka  kekuatan himbauan diduga tidak sekuat dengan instruksi bahkan paksaan. Kalau seperti itu apakah bangsa kita termasuk bangsa paksaan?

Iklan