Sepertinya derita bangsa Palestina tak kenal kata akhir. Setelah kelompok Hamas memenangkan pemilihan umum yang demokratis tahun 2005 lalu, lagi-lagi Palestina terancam. Kali ini sudah lebih dari dua minggu daerah Gazza digempur habis-habisan oleh serdadu Israel  lewat serangan brutal udara dan darat. Pesawat tempur canggih dan tank-tank Israel membom daerah padat penduduk. Konon sasaran serangan katanya untuk menggempur konsentrasi pusat kegiatan dan terowongan Hamas. Apa yang terjadi? Rumah penduduk dan sekolah pun ternyata terkena serangan. Akibatnya sekitar 750 orang meninggal  di antaranya anak-anak tak berdosa. Sekitar 800-an orang luka-luka.

Negara-negara Timur Tengah tampaknya tidak berdaya menghadapi serangan brutal Israel ini. Lebih banyak himbauan gencatan senjata ketimbang  memberikan bantuan yang dibutuhkan rakyat Pelestina. Ternyata perjuangan  jalur diplomasi dan politik internasional lewat Dewan Keamanan PBB belum berdaya menghentikan peperangan. Yang ada hanyalah gencatan yang sifatnya sementara; itupun hanya selama tiga jam perharinya. Sekutu Israel yakni Amerika Serikat semula bahkan mentah-mentah menolak genjatan senjata permanen. Pasalnya Amerika tidak rela Palestina dipimpin oleh Hamas yang dicap sebagai teroris sejauh Palestina tidak mengakui eksistensi Israel. Berita terakhir dari Associated Press ternyata Dewan Keamanan IPB telah mengesahkan Resolusi Genjatan Senjata; walau Amerika memberi suara abstain. 

Tampak jelas bahwa penjajahan baru oleh Israel didukung Amerika  sedemikian telanjang dan intensnya. Demi kepentingan politik internasional mereka begitu tega mensengsarakan rakyat Palestina yang tidak berdosa. Kali ini Amerika tetap saja menganggap bangsa Palestina sebagai musuhnya. Tidak peduli ratusan rakyat Palestina telah menjadi korban perang. Itulah bentuk teror kemanusiaan yang sebenarnya.

Sepatutnya kita, yang mengaku sebagai masyarakat Pancasilais, dapat membantu  rakyat Palestina dalam hal dana gotongroyong kemanusiaan. Kita tentunya tidak mau rakyat Palestina menjadi tambah sengsara. Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya, pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pema’af lagi Maha Pengampun (al-Hajj; 60). Setelah membaca Surat Al-Fill terus berdo’a: “Ya. Allah perlakukanlah musuhMu dan musuh agamaMu sebagaimana Engkau memperlakukan pemilik gajah (yang mau menghancurkan Ka’bah), jadikanlah tipu daya mereka (orang-orang israel) seperti tipu daya pemilik gajah, lemparilah mereka dengan batu-batu seperti batu-batu pemilik gajah…..inilah doa kami sebagaimana engkau perintahkan, kabulkanlah…….sesungguhnya Engkau tidak akan mengkhianati apa yang Engkau janjikan”. Ya Allah berikanlah perlindungan kepada bangsa dan rakyat Palestina agar mereka terbebas dari bentuk penderitaan akibat penindasan penjajahan baru. Amin.

Iklan