Tanggal 29 Desember 2008 M kemarin adalah tahun baru Hijriah 1 Muharam 1430 H. Maknanya sangat terkait dengan peristiwa Hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah pada tanggal 16 Juli 622 M. Secara harfiah  peristiwa itu sepertinya hanya suatu perjalanan fisik. Namun lebih dari itu Hijrah memiliki misi dakwah. Secara makna Islami itu merupakan fakta sejarah dalam memperbaiki kualitas kehidupan ummat Islam. Peristiwa itu juga merupakan tonggak kebangkitan Islam yaitu membangun kekuatan akidah, persatuan ummat dan lahirnya masyarakat madani. Ketika sampai di Madinah, Rasulullah melakukan syiar Islam dengan cepat lewat masjid yang dibangunnya. Dari masjid itu Rasulullah mengembangkan jiwa umat dengan memperkuat akidah, ibadah, akhlak, keadilan, kesetaraan, persaudaraan dan berlomba-lomba melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran.

            Di Madinah pulalah Rasulullah mendeklarasikan Piagam Madinah yang berdimensi politik, agama dan hukum. Dalam segi politik terdapat kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif.  Negara dapat mengakomodasi semua kepentingan masyarakat tanpa membeda-bedakan berdasar suku, kelompok politik, maupun agama. Dari segi agama diatur hubungan penganut agama muslim dan non-muslim. Nabi Muhammad telah memberi contoh dengan tidak memaksakan seseorang dalam beragama. Sementara itu dari segi hukum, negara menerapkan prinsip keadilan. Semua masyarakat diperlakukan sama. Tidak ada perbedaan perlakuan berdasar stratifikasi sosial. Bagaimana dengan di Indonesia?

            Gambaran singkat prinsip-prinsip masyarakat madani seperti itu belum tampak sepenuhnya terjadi di Indonesia. Kemiskinan, kekerasan sosial, konflik horisontal dan vertikal, dan perbedaan perlakuan hukum masih sering terjadi. Kita berharap bangsa Indonesia segera berhijrah dari keterpurukan multidimensi ini khususnya dalam menghadapi krisis finansial global, kemiskinan, dan pengangguran. Untuk itu semangat madani seharusnya menjadi titik tolak untuk membangun masyarakat baru yang lebih beradab dan dipenuhi dengan kedamaian dan kemakmuran. Dalam kesempatan memasuki tahun baru  Islam ini dan sekaligus tahun baru 2009 M, ada baiknya tiap umat Islam menelaah ulang kehidupan  untuk berhijrah ke arah  yang lebih baik lagi. Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak…[An Nisaa’; 100). Amin.Semoga.

 

Iklan