Kemarin saya mendapat kiriman sebuah buku berjudul Obamanomics (2008) dari anak saya yang bermukim di Birmingham Inggris. Buku setebal 217 halaman itu ditulis oleh John R.Talbott;seorang mantan bankir terkenal di Inggris yang sudah lama menjadi penulis di berbagai bidang ekonomi dan bisnis. Talbott menulis buku ini terdorong oleh filosofi yang dianut Barack Hussein Obama yang terkenal dengan pernyataannya: it does little good to try to assign blame for our current problems, as this only causes argument and dissension among us. We all know where we are, and it isn’t enough to know how we got here. What we want now are solutions……….

 

Obama menunjukkan bahwa dia sangat memahami berbagai persoalan nasional dan internasional. Dia memahami apa yang ada tentang pandangan-pandangan yang menyangkut keragaman ras, agama, dan politik di kalangan bangsa Amerika. Karena itulah bangsa Amerika bersama-sama diharapkan terdorong untuk mengatasi setiap persoalan besar di era ini. Dari tulisan, ucapan-ucapan, dan pernyataan-pernyataan selama kampanye Obama selalu menyampaikan pesan, pandangan, dan gagasan-gagasannya menyangkut keadilan ekonomi; krisis keuangan yang sedang berlangsung; masalah terbesar yang menyangkut pembenahan korporasi; globalisasi dan lapangan kerja; kebijakan enerji dan pemanasan global; perlindungan kesehatan; kependudukan; kerjasama sebagai kata kunci keberhasilan; dan etika dan ekonomi. Semua gagasan-gagasan tersebut berangkat dari tema Obamanomics yakni How bottom-up economic prosperity will replace trickle-down economics.

 

Dengan tema kampanyenya yang terkenal yakni “change” (sudah menjadi kebutuhan bangsa AS), Obama selalu menyebutkan bahwa hampir semua permasalahan yang dihadapi bangsa AS adalah karena hasil dari suatu kebijakan fundamental yang salah. Akumulasi dari itu maka timbullah krisis finansial yang tidak saja melanda bangsa AS tetapi juga dunia. Tetapi dia sangat percaya itu semua bisa diperbaiki lewat suatu perubahan mendasar. Dengan bangganya Obama memiliki harapan besar terjadinya perubahan di berbagai sektor kehidupan nasional dan internasional. Mengapa? Karena menurutnya Amerika dibangun dengan berlandaskan pada persamaan, kebebasan, keadilan dan kesempatan untuk semua. Namun  belakangan ini berbagai masalah kehidupan masih serius dihadapi Amerika.  Karena itu fondasi tersebut harus bisa ditegakkan.

 

Buku Obamanomics ini sangat bermanfaat untuk dibaca. Utamanya dijadikan sebagai suatu pelajaran kritis tentang bagaimana seorang Obama yang pernah tinggal di Betawi selama empat tahun itu memiliki gagasan-gagasan cemerlang. Bisakah kita memiliki pemimpin muda masa depan seperti dia yang memiliki kharisma, pengalaman politik segudang, dan gagasan cemerlang untuk membangun bangsa ini? Mengapa tidak?. Semoga ini akan dibuktikan ketika bangsa Indonesia menghadapi peristiwa besar demokrasi yakni pemilihan presiden 2009; insya allah.

Iklan