Setelah di tahun 2007, direncanakan ada pesta blogger serupa di bulan Oktober tahun 2008 di Bandung. Pada bulan Oktober tahun lalu Menkominfo Muhammad Nuh menyatakan bahwa tanggal 27 Oktober di Jakarta itu resmi diperingati sebagai Hari Blogger Nasional (Hablona). Acara ini merupakan forum kumpul-kumpul dan temu muka para blogger berskala nasional di Indonesia. Kalau pada tahun 2007 pertemuan serupa bertema “Suara Baru Indonesia” maka pada tahun ini pertemuan bertema “Blogging for Society”. Kalau saya berpendapat tema itu bisa diubah menjadi “Blog for Society” atau dalam bahasa Indonesia kira-kira berarti “Blog untuk Masyarakat” atau “Blog for All”; “Blog untuk Semua”. Semacam tema “Education for All” atau “Pendidikan untuk Semua” tidak “Educating for All”.

Berbicara tentang tema pesta blogger 2008 maka ada dua kata kunci yaitu blogging dan society. Asalkata Blogging adalah blog. Menurut Wikipedia A blog (a contraction of the term “Web log“) is a Web site, usually maintained by an individual [1], with regular entries of commentary, descriptions of events, or other material such as graphics or video. Entries are commonly displayed in reverse-chronological order. “Blog” can also be used as a verb, meaning to maintain or add content to a blog. Terdapat banyak tipe blog yang perbedaannya tidak hanya dalam isi tetapi juga dari cara isi blog disampaikan atau ditulis. Tipe itu adalah berupa blog personal, misalnya berupa pemikiran, perasaan, dan kehidupan, serta refleksi yang menyangkut keseharian kehidupan, komunikasi santai, dsb; blog korporat, misalnya yang menyangkut dunia bisnis seperti di bidang produksi, pemasaran, perdagangan internasional, merek dagang, lowongan kerja dsb ; blog tanya-jawab berupa pemblogan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, blog menurut tipe media, misalnya menggunakan video, tautan, dan foto; blog menurut alat yang digunakan, misalnya dengan telepon atau PDA, Wearable Wireless Webcam, kombinasi penggunaan teks,, video, dan gambar-gambar via komputer,dsb; dan blog menurut gaya, aliran, dan domain seperti di bidang pembangunan, manajemen,industri, sastera, musik, ekonomi, pertanian, dsb.

Sementara itu, suatu masyarakat adalah suatu kelompok individu yang dicirikan oleh pola hubungan antarindividu yang memiliki budaya dan lembaga khas tertentu apakah dilihat dari sisi sosial, ekonomi, politik, infrastruktur industri,dsb.. Lebih jauh suatu masyarakat bisa dikelompokan pada tataran suatu budaya daerah, bangsa, dan internasional. Misalnya suku Jawa, bangsa Indonesia, masyarakat ASEAN, masyarakat Barat dan masyarakat Timur. Kata masyarakat selain itu bisa digunakan untuk suatu asosiasi voluntari yang terorganisasi dari sekelompok orang yang dilihat dari paham atau kegiatan seprofesi misalnya dalam bidang agama, budaya, keilmuan, patriotik, sosial, dsb. Dari batasan seperti itu dan arti dari suatu blog maka apakah mereka yang bergiat dan berasosiasi dalam pengembangan blog bisa dikatakan sebagai suatu masyarakat blogger atau blogger society?.

Dari uraian di atas maka tema dari pertemuan blogger (pengeblog?) 2008 agaknya bermakna agar para pengeblog terpacu semangatnya untuk dapat menggunakan media blog sebagai bentuk kontribusi mereka terhadap semua masyarakat. Apapun, saya nilai tema tahun ini bagus. Artinya bagaimana blog dapat dimasyarakatkan dan sekaligus dapat bermanfaat bagi masyarakat. Baik itu manfaat dilihat dari sisi komunikasi, informasi, edukasi dan bahkan “hiburan”. Dari sisi komunikasi via blog terjadi proses pertukaran atau berbagi pesan sekaligus interaksi dan umpan balik antara pengeblog dan pembaca. Karena itu aktifitas blog seharusnya bukanlah satu arah dan kemudian selesai namun sebaiknya timbal balik. Sementara itu tentang isi informasi sebaiknya mengandung nilai-nilai edukatif, informatif-positif, dan kekeluargaan. Boleh-boleh saja tiap blog punya isi dan gaya masing-masing mulai dari yang sangat populer dan santai, fokus personal, sampai ke hal-hal yang serius, politik-ekonomi-sosial-budaya, semi ilmiah dan totalitas ilmiah asalkan dapat dipertanggung jawabkan. Semuanya sangat terkait dengan latar belakang ilmu pengetahuan, pengalaman, dan minat yang dimiliki setiap pengeblog. Pada konteks edukasi maka alangkah idealnya isi blog untuk masyarakat mengandung nuansa proses pembelajaran dalam hal perubahan personal tentang dimensi visi hidup dan kehidupan, ilmu pengetahuan, teknologi, sikap-mental, dan ketrampilan. Semua dimensi blog tersebut dikemas sedemikian rupa bergantung pada segmen pasar atau siapa yang ingin dituju oleh para pengeblog.

Dalam pertemuan pengeblog tingkat nasional nanti ada beberapa pertanyaan yang tampaknya perlu dijawab yakni apakah dari pertemuan itu dapat diidentifikasi seberapa jauh peran blog selama ini bagi pengembangan komunikasi, informasi, dan edukasi masyarakat? Kalau belum sepenuhnya maka apa saja kegiatan blog yang sepatutnya dapat dikembangkan oleh kelompok pengeblog di lokasi dan wilayah masing-masing sampai ke tingkat nasional? Pemikiran apa yang dapat disumbangkan dalam membantu merumuskan kebijakan pembangunan nasional khususnya pemberdayaan masyarakat lewat blog? Apakah juga dalam pertemuan blog itu dapat dipikir-kembangkan terbentuknya pengeblog spesifik yang aktif dalam bidang-bidang tertentu misalnya blog-hukum, blog-ekonomi, blog-seni budaya, blog-sosial politik, blog-manajemen, blog-sdm, blog-pertanian, blog-industri, dsb?. Kemudian agar blog berada dalam tataran tatakrama bangsa Indonesia apakah dengan demikian dalam pertemuan tersebut perlu dirumuskan suatu etika masyarakat blog spesifik Indonesia?

Iklan