Kita cukup sering mendengar bahkan mungkin menggunakan istilah kompetensi dan kompeten. Misalnya kurikulum berbasis kompetensi, pelatihan berbasis kompetensi, manajemen kompetensi, dsb. Kalau dalam bahasa aslinya (inggris) dikenal istilah competency,competence,dan competent yang arti satu sama lainnya relatif sangat tipis. Competency merupakan kata benda dari competence yakni kecakapan. Competence selain berarti kecakapan dan kemampuan juga berarti wewenang. Juga dapat diartikan sebagai keadaan yang sesuai,memadai,atau cocok Dalam penggunaan dua kata itu sering rancu. Sedang competent sebagai kata sifat yang berarti cakap, mampu, dan tangkas.

R.Palan dalam bukunya “Competency Management-A Practicioner’s Guide”,terjemahan, (2007) mengungkapkan competency (kompetensi) merupakan deskripsi mengenai perilaku sementara competence (kecakapan) sebagai deskripsi tugas atau hasil pekerjaan. Uraian singkat berikut menjelaskan apa yang dimaksud dengan kompetensi dan jenisnya.

Menurut Palan, kompetensi merujuk kepada karakteristik yang mendasari perilaku yang menggambarkan motif, karakteristik pribadi (ciri khas), konsep diri, nilai-nilai,pengetahuan atau keahlian yang dibawa seseorang yang berkinerja unggul (superior performer).Dengan demikian kompetensi terdiri dari beberapa jenis karakteristik yang berbeda yang mendorong perilaku. Fondasi karakteristik ini terbukti dalam cara seseorang berperilaku di tempat kerja. Kompetensi adalah mengenai orang seperti apa dan apa yang dapat mereka lakukan.Bukan apa yang mungkin mereka lakukan.

Dalam prakteknya tidak jarang antara bidang pekerjaan atau jabatannya tidak sejalan dengan latar belakang disiplin ilmu ketika seseorang lulus sarjana. Di sisi lain apakah seseorang yang melaksanakan pekerjaan dan jabatan manajer misalnya harus sesuai dengan disiplin ilmunya? Untuk itu pihak manajemen seharusnya  membahas syarat-syarat atau pada kondisi seperti apa saja agar manajemen sumberdaya manusia kompetensi dapat berhasil dengan efektif.