Tiap individu cenderung pernah berharap. Berharap jadi orang pandai, jadi orang kaya, jadi orang terkenal, jadi kepala keluarga yang sukses, jadi orang berguna bagi lingkungan, jadi orang yang sehat jasmani rohani, jadi orang yang berkarir cemerlang, dsb. Tetapi ada juga orang yang tidak berharap macam-macam. Istilahnya terserah apa saja yang Tuhan berikan pada dirinya. Populernya biarkanlah seperti air mengalir. Kalau anda seorang karyawan, bagaimana dengan sudut pandang anda tentang ekspektasi?

Setiap karyawan pasti punya motivasi. Bisa dalam hal motivasi menjalani  hidup dan kehidupan yang baik maupun motivasi dalam meraih performa tertentu. Pada gilirannya motivasi tersebut mendukung timbulnya motivasi untuk meraih karir yang meningkat. Tentu saja harapannya bisa meraih tambahan kompensasi yang semakin besar. Selanjutnya kebutuhan rasa harga diri dan aktualisasi diri akan tercapai.  Itulah yang disebut bahwa ketika seseorang berharap sesuatu maka unsur utama penentunya adalah derajat dan lingkup motivasi yang dimilikinya. Semakin tinggi derajad harapan semakin tinggi pula motivasi dibutuhkan. Namun pertanyaannya apakah harapan itu realistis bakal tercapai?

Sebagai karyawan anda berharap sesuatu berarti berharap dapat mengubah hidup anda. Namun dalam prakteknya proses perubahan tidak bisa langsung hasilnya dapat segera dinikmati. Tidak secepat proses  menggigit sebuah cabe rawit; langsung terasa pedas. Kalau anda berharap terjadinya perubahan pada diri anda maka harus bisa menjawab beragam  pertanyaan mendasar; antara lain: Siapakah anda ini sebenarnya? Apakah anda sudah mengetahui apa itu konsep perubahan diri? Apakah anda perfeksionis, penganut paham realistis, atau pengimpi? Kalau mau berubah apakah anda sudah tahu bagaimana caranya? Apa saja syarat-syarat pokok dan syarat-syarat kecukupan yang perlu dimiliki untuk melakukan proses perubahan? Apakah anda sudah membayangkan apa yang kemudian dilakukan kalau anda berhasil dan sebaliknya kalau gagal?

Jawaban atas pertanyaan di atas pasti beragam dari satu karyawan ke karyawan lainnya. Tidak ada ukuran atau ketentuan yang seragam yang berlaku pada tiap orang. Mutu dan lingkup jawaban akan menentukan seberapa jauh anda berhasil meraih ekspektasi anda. Misalnya semakin paham tentang konsep perubahan, semakin tahu siapa anda sebenarnya, semakin realistis anda mencapai sesuatu, semakin terpenuhinya syarat-syarat pokok dan kecukupan maka semakin besar peluang dalam meraih harapan anda.  Tentunya anda juga harus realistis bahwa keberhasilan meraih ekspektasi lewat proses perubahan tidak serta merta hanya dipengaruhi oleh potensi diri anda. Masih ada unsur-unsur lain yakni kondisi eksternal seperti dukungan sistem promosi karir perusahaan, dukungan manajemen puncak, dan dukungan rekan  dalam suatu tim kerja.

Iklan