Tidak jarang para karyawan kecewa dengan sang manajer karena kepemimpinannya jelek. Apakah itu dilihat dari lemahnya dalam membangun hubungan harmonis, kikir dalam membagi pengetahuan, tidak mengarahkan karyawan, kurang inovatif, otoriter, dsb. Kepercayaan dan rasa hormat para karyawan terhadap manajernya pun menjadi berkurang. Kalau itu terjadi berarti manajer tidak memiliki kepemimpinan efektif. Tentu saja akan memengaruhi kinerja karyawannya.

Menurut studi Hay Group, ”a global management consultancy”, ada sebanyak 75 komponen utama yang menyangkut kepuasan karyawan (Lamb,McKee,2004). Dari temuan itu, mereka memperoleh temuan-temuan pokok yakni dua unsur kunci utama untuk membangun kepemimpinan efektif.  Pertama, pemberian kepercayaan dari manajer pada karyawan merupakan unsur utama yang paling memengaruhi timbulnya kepuasan karyawan. Kedua adalah komunikasi efektif yang dibangun manajer dalam tiga hal pokok. Berikut ini adalah kunci keberhasilan seorang manajer perusahaan yaitu (1) membantu para karyawan untuk memahami keseluruhan strategi bisnis; (2) membantu karyawan memahami bagaimana mereka berkontribusi untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan; dan (3) berbagi informasi dengan para karyawan  bagaimana perusahaan berbuat dan bagaimana para karyawan bekerja,yang intinya untuk memenuhi kepentingan perusahaan dan karyawan.

Agar mampu dalam membangun kepercayaan di kalangan para karyawan maka  manajer hendaknya menerapkan beberapa prinsip kepemimpinan yang meliputi; (1) memahami diri sendiri, mengetahui apa yang patut dikerjakan, berbuat, dan selalu memperbaiki diri. (2) Selain itu  manajer perlu mencari cara-cara terbaik dalam mengangkat kinerja karyawan dan perusahaan dengan penuh tanggung jawab untuk apa yang seharusnya dikerjakan.(3) Berupaya selalu memahami sifat-sifat dan kebutuhan kesejahteraan para karyawan. Untuk itu komunikasi efektif dengan karyawan sangat dibutuhkan. (4) Mengembangkan rasa tanggung jawab di kalangan karyawan; membantu membangun karakter kepribadian yang kuat, dan profesionalisme. (5) Lewat komunikasi efektif juga dapat dibangun suatu jaminan mutu yang berbasis pada keprcayaan. Dan (6) selalu membangun suasana kerbersamaan dan tanggung jawab kerja dalam suatu tim kerja yang handal.

Ketika seseorang baru diangkat menjadi seorang manajer belum tentu dia tergolong seorang pemimpin. Syarat-syarat kepemimpinan efektif seperti diuraikan di atas cenderung terbaikan. Alasananya karena dia merasa hanyalah sebagai pimpinan yang ditunjuk oleh manajemen puncak. Artinya syarat kepemimpinan tidak dibutuhkan. Itulah yang membedakan pemimpin dengan pimpinan;tambahnya. Suatu pendapat yang masih eksis sampai saat ini. Namun saya berbeda pendapat karena salah satu tugas utama manajer adalah mengkoordinasi sub-ordinasinya. Dengan demikian manajer seharusnya sekaligus berposisi sebagai seorang pemimpin yang dihormati karyawannya.

Pada awalnya respek yang diterima karyawan bukan karena seseorang menjadi manajer atau pemimpin. Para karyawan bisa jadi tidak memberikan respek pada atribut yang dikenakan sang manajer. Respek dengan sendirinya akan muncul ketika manajer memahami dan mampu bekerja sesuai dengan apa yang seharusnya. Secara bertahap para karyawan semakin memahami siapa manajernya. Pada gilirannya kalau sang manajer telah mulai menerapkan kaidah-kaidah kepemimpinan efektif maka respek penuh akan datang dengan sendirinya. Maka lengkaplah respek yang diterima sang manajer yakni respek pada dia sebagai “pejabat” (karena jabatan) dan juga sekaligus sebagai sosok yang memiliki karakteristik mutu personalia yang tinggi.

Iklan