Spektrum Pemikiranku: blog yang dilahirkan 17 Juni tahun lalu. Sebagai blog yang relatif masih berusia “muda”, pengagumnya sudah begitu banyak. Kini sudah siap memasuki jumlah  70ribuan pengunjung. Walau jumlah yang berkunjung relatif lebih sedikit ketimbang blog (beberapa saja) yang berusia sama namun popularitasnya sudah kentara. Indikasinya teletak pada jumlah komentar di setiap tulisan yang berkisar sekitar 20-30’an; bahkan bisa lebih. Luar biasa. Ketimbang blog pribadi saya; untuk mendapat jumlah komen sampai hanya lima kunjungan saja hampir-hampir sangat jarang. Bahkan sempat beberapa artikel saya tak tersentuh komen sama sekali. Agaknya mereka yang mengunjungi blog saya, walau pertumbuhannya relatif tinggi, namun hanya untuk membaca dan jarang yang mengomentari.

Tanpa menggolongkan kategori isi komen yang begitu beragam, keberadaan blog spektrum-pemikiranku (SP) ini sangat unik. Mengapa? Isi blognya sangat bermutu. Kepadatan isi blog dengan ilmu pengetahuan umum sangat mengagumkan. Ragam isi tulisannya sangat besar. Gaya menulisnya ringan dan pop. Bahkan diselingi guyonan cerdas. Begitu pula respon terhadap komentar; begitu aktifnya. Saya menikmatinya. Lalu dimana uniknya? Ya karena blog itu  dikelola dan ditulis oleh pemuda berkumis yang mengaku SATPAM (satuan pengamanan?). Saya kelompokkan pengasuhnya benar-benar seorang generalis. Bukan oleh orang yang mengaku cendekiawan atau ilmuwan. Saya sendiri sempat “curiga” berat. Apa iya, seorang satpam bisa begitu hebatnya menulis?

Setelah mencoba merenung, saya sampai pada beberapa proposisi tentang posisi pengasuh yang bernama YariNK itu. Tentunya dengan memperkecil “hello effect”. Proposisi pertama, tak ada hubungan kemampuan menulis dengan status seseorang. Siapapun bisa menulis. Tidak kecuali seorang satpam; asalkan banyak belajar dan membaca ilmu pengetahuan, dan belajar menulis. Yang kedua, semakin transparan penjelasan  penulis (mas YariNK) tentang ”kebenaran” posisi satpamnya semakin memperkuat proposisi pertama itu. Dengan kata lain sangatlah keliru kalau kemampuan menulis adalah hanya atau monopoli  orang ”terpelajar”, pengamat, dan penulis profesional termasuk dosen. Perlu dicatat posisi dosen tidak selalu identik dengan kemampuan tinggi dalam menulis. Proposisi ketiga adalah semakin dipertahankan bahkan dikembangkannya mutu isi dan jenis-lingkup isinya semakin banyak pengunjung dan yang memberi komentar terhadap blog SP ini. Karena itu stabilitas proses penulisan plus lingkup isi yang unik dan bermutu maka keberadaanya akan semakin bertahan. Selamat mas YariNK; bravo.

Iklan