Produktivitas dan mutu kerja karyawan dipengaruhi faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan kerja; antara lain beban kerja berlebihan yang tidak dapat diperkirakan, perubahan-perubahan di akhir waktu yang dirancang, kurangnya peralatan yang sempurna, dan tidak efisiennya alir kerja. Dengan demikian, penting untuk menjamin bahwa kerja itu dirancang untuk mencapai produktivitas dan mutu maksimum. Beberapa strategi  untuk merancang lingkungan kerja dalam memenuhi tujuan organisasi yaitu tercapainya mutu dan produktivitas tinggi. Strategi dimaksud antara lain; rancangan tempat kerja atau ergonomik, komputerisasi dan mesin otomatik, dan rancangan pekerjaan ( pengayaan, perluasan, dan rotasi pekerjaan),

vStrategi Perancangan Kerja Kembali:

ØPerbaikan alur kerja yang jelas.

ØPengurangan gerak fisik yang berulang-ulang yang menyebabkan mudah lelah.

ØMenyesuaikan sinar lampu dengan kondisi ruangan kerja.

ØMembolehkan karyawan untuk melakukan kegiatan pribadi di sekitar tempat kerja.

ØMenggunakan warna ruangan kerja yang menyenangkan.

ØMenyediakan kantor privat dan ruang kerja nyaman.

ØMenyediakan tempat atau ruang istirahat.

ØPenyusunan, penyesuaian dan pemindahan peralatan, bagian-bagian pokok dan ruang kerja.

ØMenempatkan sesama para anggota tim secara berdekatan  sehingga mereka dapat berinteraksi dengan mudah.

ØMenyediakan peralatan kursi, meja dan lemari  kantor yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kegiatan kerja karyawan.

vKomputerisasi dan Alat Otomatik:

ØMemberitahukan pada karyawan tentang manfaat komputer dan alat otomatik.

ØMelibatkan karyawan dalam keputusan untuk operasionalisasi  komputerisasi.

ØMengkomunikasikan isu-isu implementasi kepada seluruh karyawan seperti bagaimana dan kapan komputer digunakan, pekerjaan apa yang dapat menggunakan komputer dan masalah-masalah yang dihadapi.

ØMelatih karyawan tertentu dalam mengunakan komputer dan alat otomatik dan mengevaluasi hasil pelatihannya.

ØMembolehkan  para karyawan memanfaatkan waktunya untuk mempraktikkan pengetahuannya dalam menggunakan komputer dan alat otomatik.

ØMemiliki staf pemelihara alat-alat baru yang tersedia setiap saat untuk memperbaiki alat.

ØMeningkatkan kualitas peralatan secara berkala.

vPendekatan Rancangan Pekerjaan:

ØPengayaan Pekerjaan: Tujuannya adalah untuk meningkatkan motivasi, kepuasan dan kinerja karyawan. Ada lima  karakteristik inti dari pekerjaan yang dibangun sedemikian rupa dalam suatu pekerjaan  karyawan yaitu mengalami beberapa kondisi psikologis krusial, termasuk memperoleh pekerjaan yang bermanfaat, perasaan tanggungjawab, dan memiliki pengetahuan dari hasil aktual dari kegiatan bekerja. Dengan demikian akan diperoleh luaran  berupa motivasi yang lebih tinggi, peningkatan kepuasan kerja, dan rendahnya ketidakhadiran dan jumlah karyawan yang keluar. Lima hal inti tersebut yaitu:

üKeragaman keterampilan; derajad dari tugas yang dilaksanakan dengan syarat kemampuan dan keterampilan berbeda.

üIdentitas tugas; melengkapi keseluruhan jenis pekerjaan yang dapat diidentifikasi yang memiliki hasil yang dapat dilihat seperti penyiapan laporan keuangan dan perakitan sebuah radio.

üSignifikansi tugas; derajad suatu pekerjaan tertentu yang memiliki kepentingan dan manfaat.

üOtonomi; derajad kebebasan dan keleluasaan yang dijinkan sesuai dengan skedul dan prosedur kerja.

üUmpanbalik ; menunjukkan jumlah informasi langsung yang diterima dalam keefektifan kinerja pekerjaan.

ØRotasi Pekerjaan: Suatu tehnik perancangan kembali suatu pekerjaan yang hanya diperuntukkan bagi karyawan yang punya kesempatan untuk pindah dari pekerjaan yang satu ke yang lainnya untuk belajar  dan memperoleh pengalaman dari keragaman tugas. Manfaatnya, antara lain meningkatkan keterampilan karyawan dalam melakukan pekerjaan lebih dari satu tugas.

ØPerluasan Pekerjaan: Pemberian pekerjaan tambahan kepada karyawan agar mereka mendapat pengetahuan dan pengalaman serta tanggungjawab baru. Syaratnya adalah beban kerja karyawan tidak menjadi berlebihan di atas standar operasi kerja organisasi.