Kecenderungan menghadapi bisnis global dan keragaman karyawan juga menjadikan tantangan tersendiri bagi departemen SDM. Sebagai contoh, sikap budaya tentang peranan perempuan yang meningkat dalam pekerjaan menyebabkan banyak perusahaan melakukan rancangan kembali program pengembangan mereka dan menempatkan perempuan dalam pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan laki-laki. Keragaman tingkat pendidikan di antara para pekerja telah mengarahkan perusahaan untuk meningkatkan sejumlah fasilitas, seperti bahan bacaan, tulisan, aritmatik, dan bahasa Inggris bagi karyawan asing. Bagi sebagian besar karyawan yang tidak berbahas Inggris di beberapa perusahaan, bahan-bahan pelatihan terkadang di adaptasikan ke bahasa yang dikuasainya.

Departemen SDM yang proaktif akan mengembangkan program-programnya termasuk pelatihan yang beragam. Di sini perhatian kurang diberikan pada banyak model permainan peran atau pemodelan perilaku, tetapi lebih pada menciptakan sensitivitas karyawan pada ragam tempat kerja. Sebagai contoh, berikut ini disajikan hasil sebuah survei di USA pada awal 90-an tentang beragam pelatihan yang dilakukan perusahaan-perusahaan untuk memperkecil keragaman berbagai aspek kehidupan di kalangan karyawan dari berbagai negara (% dari total perusahaan).

a.      Pelatihan sensitivitas keragaman kultural: 53%.

b.      Pelatihan komunitas silang budaya: 32%.

c.       Pelatihan isu gender: 42%.

d.     Pelatihan gangguan karena penempatan kerja yang bebas: 71%.

e.      Pelatihan kesadaran seksual: 15%

f.        Pelatihan kesadaran ketidakmampuan/kekurangan diri: 56%.

Ketika sebuah perusahaan menyediakan pelatihan untuk orang-orang asing, isi atau muatan dan pelayanan harus disesuaikan dengan kebiasaan dan harapan lokal, termasuk susunan tempat duduk, periode dan waktu pelatihan, makanan, dan akomondasi. Ketika pelatihan tingkat internasional diterapkan, beberapa perusahaan memfasilitasinya dengan program pementoran, yang biasanya dilakukan oleh tingkat wakil direktur utama atau di atasnya. Disini, mentor berfungsi mengurangi rasa khawatir atau rasa asing di kalangan karyawan dengan memfasilitasi bimbingan dan kontak-kontak perorangan.

         Perubahan teknologi yang cepat mendorong perusahaan-perusahaan secara teknis melaksanakan pengembangan yang bersinambung. Sebagai contoh, selama beberapa dekade lalu IBM berusaha di bidang komputer dan peralatan kantor dan AT & T dalam bisnis telepon. Kini perubahan teknologi telah membuat AT & T dan IBM sebagai pesaing utama dalam industri informasi. Perbaikan-perbaikan dalam penanganan dan transmisi teknologi telah membuka pasar-pasar baru untuk kedua perusahaan raksasa ini. Perubahan-perubahan ini memiliki pengaruh sangat besar pada pelatihan dan pengembangan SDM, serta peningkatan kebutuhan untuk menilai syarat-syarat pengembangan untuk para manajer, kalangan profesional, dan para teknisi, baik yang sekarang maupun yang akan datang.

 

Iklan