Anda seorang manajer suatu perusahaan. Anda bekerja dalam suatu tim. Disitu  terjadi interaksi dan interelasi yang intensif. Yang pasti ada keinginan anda untuk menumbuh-kembangkan produktivitas kerja para karyawan. Lalu untuk itu apakah cukup hanya dengan instruksi dan koordinasi saja semuanya bakal beres?. Tidak juga. Instruksi dan koordinasi akan gagal tanpa mempertimbangkan karakteristik umum dari karyawan. Karyawan adalah sosok manusia yang tidak mungkin disamakan karakternya dengan unsur produksi lainnya.

Sebagai manusia,karyawan memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan dengan unsur produksi lainnya (mesin, pabrik,uang). Karyawan seharusnya dipandang sebagai sosok yang (1) memiliki kreatifitas, daya pikir, dan kemampuan mengambil keputusan; (2) bertanggung-gugat dan bertanggung jawab dalam setiap keputusan dan kegiatan yang dilaksanakan; (3) punya kekuatan dan kelemahan; (4) punya emosi, intuisi, dan kepribadian aktif; (5) kebutuhan untuk dihargai atas eksistensi dan prestasinya; dan (6) punya keinginan untuk mengoptimumkan bakat dan ketrampilannya dalam memberikan kontribusi buat perusahaan. Seandainya manajer menghargai tiap karyawan dengan mempertimbangkan unsur-unsur karakter seperti itu maka tanpa diminta pun karyawan akan menghargai manajer bersangkutan.

Munculnya ketidakpuasan kerja di kalangan karyawan antara lain karena hubungan sosial anatara manajer dan karyawan sering mengalami friksi. Para manajer selalu diperlakukan sebagai subordinasi semata ketimbang sebagai partner. Padahal dengan semakin tingginya tingkat pendidikan dan wawasan karyawan akan hak-haknya maka sebaiknya para manajer memperlakukan karyawan dengan lebih demokratis. Terjadi  proses pembelajaran. Tukar menukar pikiran sangat diperlukan.

Para karyawan seharusnya dilibatkan dalam menentukan strategi pencapaian kinerja maksimum di tingkat operasional. Karena merekalah yang sangat tahu kondisi lapangan. Secara berkelompok mereka dilibatkan dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian serta penilaian kinerja secara rutin. Disinilah para manajer harus semakin dekat dengan mereka dalam melakukan supervisi. Kedekatan hubungan kerja berikut hubungan sosial akan semakin mendekatkan proses produksi sesuai dengan standar kinerja perusahaan. Disitu terjadi saling menghargai antara manajer dan karyawan. Keharmonisan hubungan pun semakin melekat erat.

Iklan