Pendatang baru dalam dunia kerja? Yang jelas mereka adalah karyawan yang masih buta atau tak berpengalaman bekerja sama sekali. Walau sudah melalui proses rekrutmen dan seleksi, manajer bisa jadi tidak mengetahui dan memahami mereka secara rinci. Tidak diketahui secara persis tentang latar belakang keluarganya, sifat-sifatnya, dan tindak tanduk sebelumnya. Karena itu bisa jadi pula manajer tidak mudah menyelia para karyawan baru dengan baik. Padahal bimbingan dan konseling sangat diperlukan agar para karyawan baru siap segera untuk bekerja. Sering dikatakan sebagai proses orientasi kerja.

Perlu dipahami secara mendalam apakah sebagian pendatang baru sudah menunjukkan tanda-tanda disiplin masuk kerja, mudah dikendalikan, mudah berinteraksi dengan karyawan lain dan atasan, dan memiliki rasa ingin tahu atau bahkan mungkin sebaliknya. Hal demikian perlu secara bertahap diketahui karena mereka merupakan aset perusahaan. Pasti perusahaan bakal menginvestasi sumberdaya para pendatang baru dengan pelatihan-pelatihan. Perusahaan yang jelas tidak ingin rugi. Perusahaan tidak mengehendaki punya karyawan yang tidak memiliki sikap dan ketrampilan tinggi. Namun di sisi lain perusahaan harus membuka ruang juga bagi mereka untuk berkembang sesuai dengan pilihan cara mereka.

Agar mereka betah, para karyawan baru sebaiknya sudah mulai diajak untuk bekerja secara kelompok yang disupervisi oleh karyawan senior. Sekaligus mereka tidak akan sendirian bekerja dan menghindari kesepian. Semakin memahami betapa pentingnya bekerja dalam suatu tim yang solid semakin cepat kinerja optimum yang dicapai mereka. Ketika itu terjadi maka karyawan yang potensial kalau diminta untuk mengerjakan sesuatu, tidak akan mengatakan: ”saya tidak bisa melakukannya, pak”. Melainkan berpikir sejenak lalu bilang ”maaf pak, saya akan pelajari lebih dahulu plus berkonsultasi dengan pak Amir (senior)”. ”Nanti segera saya kembali ke bapak”. Dengan demikian sang pendatang baru itu telah menerapkan proses pembelajaran dalam suatu organisasi belajar.

Agar proses bimbingan dan konseling berhasil dengan efektif dan efisien maka perusahaan harus memiliki data dan informasi yang lengkap tentang pribadi masing-masing pendatang baru. Mengetahui kepribadian dan kapabilitas seseorang akan memudahkan manajer menempatkan mereka ke dalam pekerjaan yang cocok bagi mereka. Selain itu juga akan lebih mudah dalam mengatasi masalah-masalah perilaku mereka. Ketika mereka sudah mulai bekerja dengan intensif maka bukalah kesempatan kepada mereka untuk melalukan evaluasi proses dan kinerja. Tujuannya untuk menerapkan umpan balik dalam upaya memperbaiki proses bekerja.

Umpan balik perlu dikondisikan di lingkungan karyawan. Bisa jadi mereka bertanya-tanya pada dirinya. Bisa jadi pula  akan bertanya paling tidak dengan karyawan di lingkungannya. Bagaimana dengan saya? Apakah saya bekerja sudah dengan baik? Dan bagaimana sikap saya selama ini?. Jadi umpan balik dinilai penting dalam upaya untuk mengetahui sisi kekuatan dan kelemahan masing-masing pendatang baru. Dengan demikian hasil umpan balik seharusnya tercermin dari pencapaian kinerja mereka sesuai standar kinerja perusahaan. Dalam hal ini para manajer dengan memahami kondisi kebaruan mereka seharusnya banyak memberi perhatian dan bahkan pengakuan akan karya dan kinerja mereka. Semacam bagian dari unsur motivasi kerja.