Hari buruh sedunia (may day) di Indonesia dirayakan hari ini. “Kaum Buruh Bersatulah”. Itulah slogan yang sangat dikenal umum. Saya sendiri punya slogan: “Kaum Buruh Bermutulah”. Mengapa? Karena saya menempatkan buruh sebagai aset produksi yang karakternya sangat berbeda dengan unsur produksi lainnya, seperti lahan, teknologi, informasi, dan uang. Buruh memiliki keunikan yaitu dalam hal intuisi, emosi, dan kepribadian aktif. Selain itu,  buruh merupakan unsur investasi efektif perusahaan. Perusahaan tidak akan mampu berkembang tanpa investasi. Sebagian dari investasi dialokasikan dari revenue perusahaan dan di dalamnya ada profit. Profit tak akan diraih ketika buruh tidak produktif.

Dibanding dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina, produktivitas buruh Indonesia masih rendah. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari rendahnya tingkat pendidikan dan kompensasi sampai kurangnya etos kerja. Hal ini dapat dilihat dari nilai upah buruh ril yang relatif lebih rendah.Karena itu tak ada jalan lain, mutu mereka perlu ditingkatkan.

          Ketika masalah mutu muncul, tinjauannya tidak sekedar dari sisi intrinsik tetapi juga ekstrinsik (dalam dan luar perusahaan). Peningkatan faktor-faktor pendidikan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan sikap akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Semakin positif nilai faktor-faktor tadi semakin tinggi produktivitas kerjanya. Selain itu, sosialisasi dan internalisasi budaya kerja dan mutu serta kepimimpinan mutu  dari pihak perusahaan juga  akan membantu meningkatkan kinerja dan etos kerja buruh; Dalam hal ini,  kepemimpinan yang selalu memahami dan mampu menerjemahkan aspirasi buruh yang dinamis menjadi perlu.

Jangan sampai aspirasi mereka baru dipenuhi setelah protes besar-besaran terjadi. Begitu pula pihak pemerintah haruslah bersikap arif. Adanya protes terhadap beragam masalah seperti sistem kontrak, kesejahteraan, dan upah minimum seharusnya disikapi dengan bijak dan   tenang-tenang saja. Tak perlu ada komentar miring apalagi  sinis dari para pemimpin bangsa yang dapat memicu kemarahan kaum buruh. Di sisi lain, seharusnya kaum buruh di dalam menyampaikan aspirasinya tidak harus melalui kekerasan, termasuk pengrusakan-pengrusakan aset publik. Kaum buruh mari bersatu dan bermutulah: termasuk dalam menyampaikan aspirasi. Saya yakin, Anda bisa. Anda, buruh,  adalah aset bangsa dalam pembangunan ekonomi. Saya respek pada Anda.

 

 

Iklan