Informasi dan pengetahuan sangat dibutuhkan perusahaan. Keduanya merupakan faktor vital khususnya ketika perusahaan sebagai organisasi belajar. Yakni suatu perusahaan berbasis pengetahuan. Samiotis dan Zaharias (1999) dalam Jamaliah Abdul Hamid (Knowledge Management for School Development, 2007) menyebutkan ada empat tipe informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan perusahaan,sebagai berikut.

¨     Kecakapan teknis yang terkait dengan manajemen proses bisnis atau pengetahuan tentang proses. Isinya menyangkut bagaimana proses bisnis dilaksanakan sesuai prosedur.

¨     Pengetahuan yang menyangkut isi dan pengalaman melaksanakan suatu proses bisnis.Informasi yang dibutuhkan adalah berupa apa yang sesungguhnya terjadi selama proses bisnis berlangsung. Bagaimana praktisi dan pelanggan memandangnya. Pada dasarnya, hal itu menjelaskan bagaimana proses aktual dilaksanakan termasuk dalam penyesuaian, modifikasi, dan perbaikan-perbaikan.

¨     Pengetahuan atau wawasan yang diperoleh dari pelaksanaan proses bisnis secara lengkap. Bentuk pengetahuan diturunkn dari dari domain pengetahuan yang eksplisit dan tersembunyi. Eksplisit mengandung arti sebab dan akibat dari penyesuaian-penyesuaian yang dibuat atau tidak dibuat;sementara pengetahuan tersembunyi merujuk pada bagaimana pengetahuan dipandang sebagai pengecualian, pilihan dari alternatif yang dibuat, dan alasannya. Wawasan ini penting sebagai sumber pengetahuan dalam menolong perusahaan untuk memahami unsur penyebab, alasan pengecualian, dan pilihan kegiatan.

¨     Pelajaran-pelajaran  dari perbaikan proses pelaksanaan bisnis dan atau produksi utamanya yang mengandalkan  pada pengetahuan eksplisit bernilai tinggi. Ini bermnfaat  untuk menyusun usulan-usulan baru dan mengembangkan rencana pelaksanaan bisnis.

Nonaka dan Takeuchi (1995) dalam Jamaliah Abdul Hamid (2007) menyebutkan empat tipe pengetahuan di atas sebagai empat dimensi lingkaran Kreasi Pengetahuan. Dimensi pertama disebut Externalisasi yakni membuat semua pengetahuan dan informasi eksplisit terkait dengan proses, aset, prosedur, dan struktur organisasi. Dimensi kedua disebut Internalisasi, merujuk pada proses dimana tiap individu dalam organisasi secara otomatis merefleksikan dirinya pada proses, struktur, prosedur organisasi, dan berupaya melaksanakannya dengan baik. Dimensi berikutnya adalah dalam bentuk perolehan pengetahuan berdasarkan bagaimana mereka memperbaiki proses berdasarkan pada pengalaman nyata. Kemudian berbagi pengalaman dan pengetahuan sehingga orang lain dapat menambah pengetahuan dan tantangan baru. Dimensi terakhir  adalah Kreasi Pengetahuan dimana pengalaman dan pengetahuan kolektif memberikan perspektif baru atau kerangka kerja yang berbeda. Dengan demikian dapat muncul pemahaman baru tentang bisnis.

Satu hal penting dari uraian di atas  adalah bagaimana perusahaan dapat menumbuhkan budaya informasi dan pengetahuan di lingkungan pelaku bisnis internal. Intinya timbul khalayak belajar secara bersinambung. Di situ terjadi proses pembelajaran melalui jalur formal dan non-formal serta informal. Dengan kata lain terjadi proses berbagi pengalaman dan pengetahuan, pertukaran pengetahuan dan wawasan, dan pengembangan prespektif baru tentang proses bisnis. Informasi dan pengetahuan sudah menjadi kebutuhan bagi karyawan dan tentunya pihak manajemen. Tiada hari tanpa informasi dan pengetahuan.