Dave Ulrich dan Norm Smallwood, dalam bukunya, How Leaders Build Value (2003), mengatakan sempat penasaran mengapa  harga-harga barang di satu perusahaan  meningkat pesat sementara di perusahaan lain tetap tidak berubah walau penghasilan mereka sama.Padahal keduanya di dalam pasar yang sama. Asumsinya bahwa dua perusahaan  dengan penghasilan dan dalam pasar yang sama seharusnya memiliki nilai pasar yang sama pula. Ternyata tidak demikian.Lalu apa gerangan yang membedakannya?

Dalam pasar yang berkembang, bisa jadi harga-harga barang telah meningkat sementara yang lainnya tidak. Ada penjelasan yang lebih rasional terhadap fenomena ini. Yakni peran atribut intangible (tak bisa diraba) dalam menciptakan  nilai di kalangan investor. Kepercayaan mereka tentang kepemimpinan, karyawan, dan budaya perusahaan telah meningkatkan nilai pasar lebih besar ketimbang kinerja finansial perusahaan itu sendiri. Apakah dengan demikian nilai intangible merupakan fungsi dari  ekonomi pasar? Ataukah sebaliknya. Sebagai contoh ketika terjadi resesi dan ketidakpercayaan pasar muncul, beberapa perusahaan kolap sementara yang lain bertahan. Mereka tetap tangguh karena pemimpinnya telah mampu membuat sesuatu yang intangible menjadi tangible. Mereka telah mampu mencapai keuntungan finansial, memiliki strategi pertumbuhan, menciptakan kompetensi utama, dan menjamin keberhasilan perusahaan.

Secara sederhana konsep intangible dapat dijelaskan dengan contoh-contoh kegiatan non-bisnis. Keberhasilan suatu tim olahraga, misalnya, sering dicirikan oleh unsur-unsur intangible seperti dorongan diantara sesama anggota tim, kualitas pelatihan, kemampuan untuk menang,dsb.Pemimpin tim membangun nilai intangible dengan menjanjikan dan mengantarkan timnya untuk  berhasil menang. Untuk itu para pemimpin tim mengembangkan promosi tim dan membangkitkan jiwa hero di antara para pemain. Mereka mengetengahkan sesuatu yang patut dikenang yang semakin mendekatkan rasa soliditi antara para pendukung dengan tim. Mereka bekerja keras untuk menseleksi pelatih dan pemain berbakat. Kemudian membangun budaya  menang. Para pemain dan pelatih diberi tanggung jawab dalam hal kinerja tim. Kinerja yang semakin tinggi akan diikuti pula dengan semakin tingginya imbalan yang diterimanya.

Dalam konteks bisnis, pemahaman dan kesanggupan untuk memengaruhi intangible merupakan hal pokok yang harus dimiliki pemimpin perusahaan. Ketika intangible dijadikan sebagai salah satu tujuan, para pemimpin tidak saja membuat pilihan mana yang mampu memperbaiki proses dan kinerja di dalam tetapi juga bagaimana kalangan investor menilai keputusan-keputusannya. Para pemimpin membangun budaya korporat, etos kerja, motivasi, dan menerapkan manajemen kemitraan di kalangan karyawannya. Perusahaan dengan nilai intangible yang tinggi memiliki rasio penerimaan dan harga yang belipat ketimbang pesaingnya. Dengan kata lain pemimpin perusahaan  memperoleh persepsi pasar (pemangku kepentingan eksternal) yang bagus.  Dapat dipercaya untuk mampu memenangkan persaingan pasar di masa depan. Para investor terdorong untuk menginvestasi di perusahaan itu, karyawan semakin komit, dan pelanggan semakin percaya kepada perusahaan dengan membeli  produk bermutu tinggi, Itulah yang disebut hasil perusahaan berujud intangible.  

Iklan